Jayanis, Pengamat Politik Padang Pariaman, Hindari Politik Jelangkung Dalam Pilkada

Padang-today.com__Tinggal hitungan bulan pesta demokrasi pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Padang Pariaman, Sumbar, akan di gelar oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) itu.

Dalam beberapa hari terakhir ini batas pendaftaran calon bupati dan wakil bupati padang pariaman ke masing-masing partai politik telah dibuka dan kan berakhir yaitu ditutup tgl 16 Nov 2019.

Dalam setiap pilkada akan dilangsungkan ada saja muncul politisi dadakan atau dengan kata lain, politisi jelangkung.

Datang tidak di undang setelah pilkada selesai tiba tiba dia juga menghilang.
Karena politisi ini tidak berinvestasi politik jangka panjang.

Nama nya baru muncul beberapa saat menjelang pilkada. Politisi dadakan ini mau nya ber investasi politik jangka pendek, terlalu mengandalkan modal uang,dan belum membangun jaringan dan tidak mengakar di masyarakat.

Politisi jelangkung ini tidak sadar bahwa masyarakat padang pariaman kecerdasan politiknya sudah tinggi.

Miskipun politisi dadakan ini menghamburkan uang nya dengan spanduk di seluruh sudut kampung, dan gambar nya memenuhi media cetak, baju bergambar diri nya di bagikan gratis, masyarakat pemilih belum tentu menaruh hati terhadap politisi dadakan itu.

Bisa saja untuk sementara dia populer, tapi tidak mengakar di hati masyarakat, karena selama ini tidak pernah berbuat untuk kampung halaman, dan jarang juga pulang kampung, kalau pun pulang kampung sekali sekali jarang menyapa masyarakat dan enggan berbaur dan mendekatkan diri ke tokoh toko masyarakat, ninik mamak, alim ulama dan cadiak pandai.

Politisi dadakan seperti ini tidak mempunyai tabungan suara di masyarakat, nama nya terkenal sebentar dan hilang dengan sendiri nya tidak berbekas setelah pilkada selesai.

Politisi jelangkung itu orang yang punya modal dan berhasil di rantau, tapi tak pernah berbuat kekampung halaman, muncul saat pilkada karena ada mau nya, datang tak di jemput, karena masyarakat tidak pernah mau meminta nya jadi pemjmpin karena selama ini mereka tidak pernah berbuat. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas