Sepenggal Sejarah Nagari Kuranji Hilir

Nagari Kuranji Hilir Photo Satelit

Nagari Kuranji Hilir termasuk dalam daerah XII Koto setelah terpecah menjadi tiga. Konon kabarnya dahulu rombongan Rantau daulat Sibaludu meneruskan perjalanan sampai di Kuranji Sabatang Panjang mengankat penghulunya tertua dalam daerah kuranji Sebatang Panjang diantaranya,  RKY. Kando Marajo (Caniago), RKY. Bunsu (Koto), RKY. Tumbagindo (Tanjung) dan RKY. Lacumano (Piliang).

Didalam Wilayah XII Koto diantaranya, Simpang, Sari Manih, Lambeh, Gajah Tapuruak, Malai, Sungai Geringging, Guguak, Koto Tinggi, Kuranji, Sungai Sirah dan Gasan, serta Koto Panjang. Semuanya itu terdiri Rajo Nan Batigo Basa Nan Sambilan Andiko Basa Nan Salapan, Penghulu Pemuncak Adat ( Dasar) empat Penghulu Andiko Seratus Dua Puluh.

Kemudian pada masa penjajahan Belanda pelarasan XII Koto terpecah menjadi Tiga sebab memudahkan dalam pemerintahan Belanda waktu itu, karna terlalu luas terdiri dari, Pematang Aur Malintang dengan Rajo RKY. Sadeo, Pematang Malai dengan Rajo RKY.Dimalai, Pematang Kuranji Sebatang Panjang dengan Rajo RKY. Maharajo Lelo.

Kemudian pada masa itu pemerintahan Belanda ingin lagi merampingkan pemerintahannya sehingga Pematang kuranji Sabatang Panjang di bagi lagi dalam bidang pemerintahan menjadi dua, Kuranji Hulu dan Kuranji Hilir.

Namun sampai sekarang kelarasan XII Koto tidak berobah masih terpelihara dengan baik khususnya di bidang Adat namun dalam pemerintahan sudah terpecah-pecah salah satunya Nagari Kuranji Hilir.

Nagari Kuranji Hilir adalah sebuah daerah penyangga dari nagari lainya. Kondisi georafis Kuranji Hilir dengan tinggi rata-rata dari Permukaan laut 7-500 m dpl dengan keluasan daerah 25,74 Ha. Nagari tersebut berbatasan dengan Sebelah Utara dengan Nagari Koto Tinggi Kuranji Hilir, Sebelah Selatan dengan Nagari Pilubang, Sebelah Barat dengan Samudra Hindia, Sebelah Timur dengan Nagari Kuranji Hulu.

Peta Kec Sungai Limau

Di Nagari Kuranji Hilir Jumlah usia produktif lebih banyak dibanding dengan usia anak-anak dan lansia. Perbandingan usia anak-anak, produktif, dan lansia adalah sebagai berikut: 21% : 61% : 18%. Dari 4084 jumlah penduduk yang berada pada kategori usia produktif laki-laki dan perempuan jumlahnya hampir sama / seimbang.

Selain letaknya strategis, konon dinagari tersebut tergores sebuah kisah tentang pejuangan memperebutkan kemedekaan. Hal ini dengan ditemukanya beberapa destinasi, Pilbox bangunan Jepang di nagari tersebut.

Lobang Jepang yang berukuran panjang lebih kurang 50 meter dengan ketingian 1,5 meter, merupakan salah satu dari sekian banyak terowongan yang dibuat oleh tentara Jepang pada masa pendudukannya ( 1942 – 1945) di wilayah pesisir Barat Sumatera pada era Perang Dunia II.

Lokasi terowongan atau lubang Jepang tersebut berada sekitar 100 meter dari pasar Sungai Limau, dengan memiliki panjang 30 meter. Menurut masyarakat setempat dahulunya difungsikan sebagai tempat persembunyian sekaligus posko utama penjajah Jepang.

Dalam Lubang, terdapat 8 kamar sebagai ruang istirahat. saat ini, lubang tersebut telah banyak mengalami kerusakan dan pergeseran tanah akibat bencana gempa beberapa waktu lalu.

Hingga kini kondisi peninggalan penjajahan Jepang tersebut sudah tidak terjamah oleh masyarakat setempat. Dahulunya, sekitar tahun 1980-an dan 1990-an, anak-anak masih sering bermain dan mengunjungi lobang jepang tersebut.  Baca juga Misteri Lobang Jepang di Sungai Limau

Yang tidak dapat dipercaya, konon dulunya, terowongan ini menghubungkan dengan pilbox atau benteng pertahanan jepang yang lokasi dipinggir pantai dengan jaraknya 1,5 kilo meter  dengan lobang jepang tersebut.

Lubang Jepang di Nagari Kuranji Hilir

Pilbox bangunan Jepang ini berdiri dengan ketinggian bangunan dari tanah adalah 1,5 meter dengan ketebalan bangunan rata – rata 25 cm dan berbentuk segi enam dengan masing-masing sisi berukuran 2,10 m dengan diameter atas 4,3 m.

Pilbox bangunan ini arah hadap ke arah Barat dengan pintu masuk berada di sisi timur. Pintu masuk ini berukuran lebar 90 cm, tinggi 1,8 m. Pada bangunan juga terdapat 5 buah lubang tembak pada masing masing sisi (kecuali pintu masuk) yang berukuran panajang 1,3 m x 30 cm. Namun kondisi Bangunan Pilbox jepang saat ini sudah tidak terawat.

Selain itu, Nagari Kuranji Hilir juga termasuk pangkalan Marinir Angkatan Laut Republik Indonesia pada masa perjuangan memperebutkan kemerdekaan.

Hal ini ditandai dengan Monumen atau Tugu Perjuangan dan Gedung Nasional yang sekarang sudah di pugar menjadi Puskesmas. Namun hingga kini hanya sebatas kenangan bagi pejuang veteran kemerdekaan. (suger)

Pilbox Dinagari Kuranji Hilir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas