1 Ha Demplot Padi Sawah TNI Hasilkan 5,440 Ton GKG, Dandim 0306/50 Kota Panen Raya

Dandim 0306 Letkol Heri Sumitro SPd mematut jagung yang hampir panen di Demplot Ketinggian Sarilamak.

Dandim 0306 Letkol Heri Sumitro SPd mematut jagung yang hampir panen di Demplot Ketinggian Sarilamak.

Dandim 0306 Letkol Heri Sumitro SPd memanen padi di Demplot Ketinggian Sarilamak

Dandim 0306 Letkol Heri Sumitro SPd memanen padi di Demplot Ketinggian Sarilamak

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com–Hasil penamanam bibit yang dilakukan Kodim 0306/50 Kota di Demplot Padi Sawah bekerjasama dengan petani dari Keltan Keluarga Mandiri Sejahtera menuai hasil. Demplot padi sawah percontohan ini berada di Jorong Ketinggian, Nagari Sarilamak, Limapuluh Kota. Dandim Letkol Inf Heri Sumitro SPd dengan bangga melakukan panen raya di demplot padi sawah seluas 1 hektar itu, Jumat (15/5).

Padi yang ditanam bibitnya di akhir Januari 2015 lalu, berhasil dipanen dengan hasil yang optimal. Hasil beras bersih tercatat 2,948 Ton menjadi produksi demplot Kodim 0306/50 Kota ini. Hasil yang luar biasa, sebab dalam bentuk gabah kering giling (GKG) seberat 5,440 Ton, hasil produksi.

Kadis Pertanian Kabupaten Limapuluh Kota Ir Aprizul Nazar pun berdecak kagum. Mewakili Bupati Alis Marajo bersama Kepala Badan Pusat Statistik Taufik Amnul Hayat, ikut serta Aprizul menebas batang padi yang telah masak itu. Demplot padi sawah yang 1 hektar menjadi percontohan produksi padi yang memperkuat ketahanan pangan. Berikutnya, masih menunggu produksi jagung di Demplot lokasi yang berdekatan.

Untuk hasil sampel per petak ukuran 2,5 meter x 2,5 meter, diperoleh hasil 3,4 kg. Gabah Kering Panen (GKP) 1.600 petak x 3,4 kg, diperoleh hasil GKP seberat 5.440 kg. Lalu, Gabah Kering Giling = GKP x 86,02 persen = 5.440 kg x 86,02 persen = diperoleh hasil 467.948,8 gram. Maka, produksi beras per Hektar = GKG x 63 persen = 467.945 x 63 persen = 2,948 Ton. Hasil yang luar biasa.

Dandim Letkol Heri Sumitro SPd sangat gembira. Wajahnya berseri-seri. Bahwa panen ini menunjukkan langkah ketahanan pangan yang digeber TNI mendapatkan hasil yang optimal. TNI sebagai Pembina telah berhasil menunjukkan bahwa produksi pangan dapat optimal dengan kerja yang maksimal.

Luas lahan 1 hektar ini menjadi lahan uji coba, dengan tujuan untuk perbandingan padi lokal dengan bibit baru yang datang langsung dari Jawa. Bibit lokal Batang Piaman diadu dengan bibit Jawa PSM. Selaku tenaga pendamping produksi padi sawah ini, TNI memberikan dukungan tenaga, penanaman bibit, pemeliharaan, hingga panen. Hasil panen yang maksimal ini, diharapkan menjadi titik tolak ketahanan pangan di Limapuluh Kota.

Peningkatan ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional, telah disanggupi TNI untuk diberdayakan ke masyarakat Indonesia. Penanaman demplot padi sawah wilayah Kodim 0306/50 Kota di Jorong Ketinggian Nagari Sarilamak Kecamatan Harau Kabupaten Limapuluh Kota, sampai akhirnya dipanen, Jumat (15/5) sungguh membuktikan bahwa ketahanan pangan di Indonesia dapat terwujud.

Menurut Letkol Inf Heri Sumitro SPd, tugas tambahan yang diemban prajurit TNI, bukan mengambil pekerjaan pemerintah, melainkan membantu pemerintah dan masyarakat petani, agar mampu mengaplikasikan swasembada pangan; padi, jagung, kedele, gula dan daging sapi, seperti diamanahkan Presiden Joko Widodo.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas