17 Agustus, Suliki Limapuluh Kota Semangat Luar Biasa

Bupati Limapuluh Kota ikut bersemangat jelang 17 Agustus bersama warga

Bupati Limapuluh Kota ikut bersemangat jelang 17 Agustus bersama warga

Advertisements

Limapuluh Kota, PADANG-TODAY.com-17 Agustus 2016 kian dekat. Minggu (14/8/2016) telah banyak gelaran kegiatan lomba-lomba yang digeber masyarakat Limapuluh Kota. Ini adalah daerah perjuangan, tak ada yang sangsi.

Termasuk Bupati Irfendi Arbi, sosok ringan tangan, cepat kaki ini ikut berbangga dan bergabung dengan semangat masyarakatnya. Di kecamatan Guguak, ia dengan gembira melepas lomba sepeda santai ratusan masyarakat Guguak. Mulai dari yang sudah ubanan sampai bocah cilik dengan sepeda kecil berhias bendera merah putih.

Ya, semangat ini menyebar rata di seluruh wilayah Kabupaten Limapuluh Kota. Di negeri kelahiran Pahlawan Nasional Tan Malaka, di kecamatan Suliki tak kalah semangatnya. Masyarakat dari ujung ke ujung, dari bukit sampai ke lembah membuat banyak kegiatan lomba dan peringatan 17 Agustus, sudah dimulai.

Di Sungai Rimbang, nama nagari di sana, terlihat di sebuah lokasi penjemuran padi di heuler dipenuhi ornamen merah putih. Berbeda dengan ornamen merah putih di rumah dinas pejabat, di sini masyarakat membuat sendiri. Bergotong royong. Kertas minyak merah dan putih dipotong-potong dan dilem disambung-sambung, dipasang di tiang ke tiang, dan pancang.

”Suliki, berita tentang Proklamasi sampai ke daerah ini 1 September 1945. Sumbernya dari pemuka-pemuka masyarakat yang datang dari Bukittinggi dan Payakumbuh. Berita ini tersebar dari mulut ke mulut sehingga meluas ke rakyat banyak,” ungkap pemerhati Sejarah Saiful Guci.

Pada awalnya, kata Saiful, Jepang yang berkantor di Suliki memberitakan kemerdekaan tidak jadi. Tetapi, setelah itu rakyat mendapat sebuah pernyataan yang ditantandatangani oleh tokoh Sumatera Barat dibawa oleh pemuka masyarakat Suliki dari Bukittinggi.

Maka beberapa tokoh masyarakat yang disponsori oleh bekas-bekas Giyugun dan Heiho berserta tokoh masyarakat diantaranya : Mustafa (Datuak Palo Tapa) Walinagari Suliki, Ilyas Dt Tunggak Bosa, Imam Darwis, Darmawan, Dahar, Dt Unggeh, dan Kawi, menyusun rencana.

Berbakal semangat kebangsaan yang bergelora, maka disepakatilah untuk membulatkan tekad mengibarkan sang merahputih di Kewedanaan Suliki. Di kantor-kantor Jepang masih berkibar bendera Jepang.

Maka beberapa tokoh masyarakat diutus untuk memberitahukan kepada Demang yang berkuasa pada zaman Jepang di Suliki Azinar. Namun sikap demang Suliki pada saat itu menolak untuk pengibaran sang merah putih. Namun, akhirnya dengan semangat kemerdekaan, dikibarkanlah bendera merah putih di tonggak bendera yang kini sudah miring namun tetap ada di sebelah Kantor Camat Suliki.

Semangat Tinggi

Aroma menyambut kemerdekaan dengan semangat ini, sampai hari ini terus terasa. Akan sangat murka warga Suliki, jika perayaan kemerdekaan dilakukan seadanya. Maka, sejak datang Agustus, masyarakat sudah bergerak mengelola banyak kegiatan.

Sekolah-sekolah sibuk berlatih drumband dan penampilan pentas kemerdekaan. Beragam lomba-lomba dilaksanakan. Pawai serentak dirangkai 16 Agustus 2016 mendatang. Upacara bendera di Lapangan Upacara di Suliki Baruah disiapkan. Bangganya kita dengan masyarakat Suliki khususnya, masyarakat Limapuluh Kota khususnya.(Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*