19 Kelurahan Kumuh Dibenahi dengan Kegiatan P2KP

19 Kelurahan Kumuh Dibenahi dengan Kegiatan P2KP

19 Kelurahan Kumuh Dibenahi dengan Kegiatan P2KP

19 Kelurahan Kumuh Dibenahi dengan Kegiatan P2KP

19 Kelurahan Kumuh Dibenahi dengan Kegiatan P2KP

19 Kelurahan Kumuh Dibenahi dengan Kegiatan P2KP

19 Kelurahan Kumuh Dibenahi dengan Kegiatan P2KP

Tiga nara sumber dari provinsi dan Bappeda Payakumbuh, menjelaskan program P2KP, dalam acara Lokakarya dan Sosialisasi P2KP di aula Dikdis, Rabu.

Tiga nara sumber dari provinsi dan Bappeda Payakumbuh, menjelaskan program P2KP, dalam acara Lokakarya dan Sosialisasi P2KP di aula Dikdis, Rabu.

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Sembilan belas kelurahan di Kota Payakumbuh masih menyandang predikat kawasan kumuh. Lewat program P2KP (Program Peningkatan Kualitas Permukiman),   ke-19 kelurahan itu ditargetkan bebas dari sebutan kelurahan kumuh, hingga empat tahun ke depan.

Untuk  memacu target 100-0-100, atau 100% akses air minum layak, 0% luas kawasan kumuh dan 100% akses sanitasi layak, terutama di 19 kelurahan itu,  Bappeda bersama Koordinasi Kota 3 P2KP,  menggelar  kegiatan Lokakarya Sosiàlisasi P2KP, selama 2 hari, 9-11 September 2015. Dengan mengambil tempat di aula Dinas Pendidikan,  di Jalan Rky. Rasuna Said Payakumbuh. Dari 60 peserta, juga ikut Ketua Komisi C Bidang Pembangunan Ir H Ahmad Zifal dan 19 lurah daerah kumuh.

Seperti disampaikan ketua panitia pelaksana Ronyi Satria, lokakarya tersebut bertujuan, menyatukan persepsi terhadap P2KP, agar program itu mendapat dukungan kuat  dari pemko, masyarakat dan stakeholder lainnya. Di bagian  lain juga diharapkan, seluruh masyarakat melalui BKM  kelurahan mampu melakukan program dengan tepat  dan dapat dipertanggungjawabkan.

Walikota Payakumbuh diwakili Kepala BPMP-KB Drs. Yummardius ketika membuka Lokakarya Sosialisasi P2KP itu, menegaskan, membangun kobalorasi dalam pencapaian target nasional 100-0-100 itu, tidak semudah mengucapkannya. Semuanya butuh komitmen dari semua aparatur penyelenggara pemerintah, pihak swasta serta seluruh elemen masyarakat dan stakeholder lainnya.

Di Payakumbuh tercatat sekitar 15%  kawasan kumuh yang harus dibenahi. Areàl yang kumuh itu, bukan saja tersebar pada 19  kelurahan itu saja,  namun juga terdapat pada kelurahan lainnya. Karena itu, keterlibatan seluruh elemen  masyarakat sangat diharapkan, dalam membenahi seluruh indikator yang membuat kondisi kelurahan menjadi kumuh.

Walikota mengingatkan, agar seluruh pihak terkait benar-benar melakukan pendataan, membuat perencanaan, agar dalam pelaksanaan kegiatan mampu memberikan perubahan terhadap status kelurahan. Sehingga,  program  100% akses air minum layak, 0% luas kawasan kumuh dan 100% akses sanitasi layak, itu mampu terwujud pada 2019 nanti.

Keterangan Kabid Fisik dan Prasarana Bappeda Payakumbuh,  Onwilson, ST, Satker PKP2B Sumbar, Fatma Roza dan Konsultan Manajemen Wilayah  P2KP OC 1 Sumbar, Robby Hoter, saat memberikan pencerahan kepada 60 peserta lokakarya, mengatakan, terhadap 19 kelurahan yang ditetapkan berdasarkan SK Walikota Payakumbuh sebagai kelurahan kumuh, akan menjadi sasaran kegiatan P2KP, dengan pendanaan dari APBN.

Namun, katanya,   bukan berarti kelurahan lainnya di Payakumbuh tidak menjadi sasaran kegiatan. Sebaliknya, juga akan disentuh  pemko  dengan P2KP. Menurut Satker PKP2B Sumbar, Fatma Roza, kelurahan yang tahun-tahun sebelumnya beroleh kegiatan PNPM Perkotaan Mandiri, akan menjadi sasaran P2KP, dengan penanganan berbeda, sesuai dengan kondisi kelurahan bersangkutan.

Lokakarya dan Sosialisasi P2KP  dua hari itu, diharapkan walikota, mampu  merumuskan kegiatan yang komprehensif dalam menekan lingkungan perumahan dan permukiman  kumuh di kota ini, hingga empat tahun ke depan, sesuai yang ditargetkan pemerintah pusat.

Ke-19 kelurahan kumuh berdasarkan SK Walikota Payakumbuh  No.  600.20/803/WK-Pyk/2014, tanggal 21 Oktober 2014,  yaitu kelurahan-kelurahan Koto Baru Balai janggo, Napar, Bunian, Pasir, Nan Kodok, Payolinyam, Talawi, Labuh Baru dan Balai Batuang (Payakumbuh Utara). Kelurahan Bulakan Balai Kandi, Parak Batuang, Parik Rantang, Parak Batuang dan Kelurahan Payolansek (Payakumbuh Barat).

Berikutnya, Kelurahan Balai Jariang dan Bodi (Payakumbuh Timur), Kelurahan Parik Muko Aia, Padang Sikabu, Kotopanjang Padang dan Koto Panjang Dalam (Kecamatan Latina).(rel/dod)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas