2 Hari Sumbar Berada Diposisi III PON Remaja, Pemprov dan DPRD Diminta Serius?

Wahyudi Putra peraih 2 emas cabang atletik PON Remaja di Surabaya.

Wahyudi Putra peraih 2 emas cabang atletik PON Remaja di Surabaya.

PADANGTODAY.com-Sejarah prestasi olahraga Sumbar tertoreh manis di Surabaya, Desember 2014. Sumbar sejak awal multi iven olahraga prestasi dilaksanakan, dengan varian Pekan Olahraga Nasional, lalu kini ditambah dengan PON Remaja, membekuk semua kultus Sumbar di jajaran tengah atau bawah. Bayangkan, selama dua hari, 11-12 Desember, Sumbar berada di bawah posisi tuan rumah Jawa Timur dan DKI. Meninggalkan daerah lain yang biasa berada di posisi puncak, khususnya Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Riau, dan Kaltim.

Ini prestasi tertinggi yang pernah ditorehkan oleh olahragawan Sumbar di pentas multiiven yang diselenggarakan. Sampai 12 Desember 2014 sore, masih dengan catatan 7 emas, 4 perak dan 7 perunggu. Sumbar meski berselisih 21 emas dari DKI Jakarta, namun menempati posisi tepat di bawah runner-up sementara itu.

Alhasil, masyarakat Sumbar sudah bisa bersorak bangga. Bahwa Sumbar kini menjadi lirikan tingkat nasional sebab tidak lagi berada di urutan papan tengah atau papan bawah. Tantangan yang diberikan oleh para perantau Minang, dari ranah Sumatera Barat sendiri akhirnya memupus kepiluan PON tahun 2000 yang Sumbar berada di papan kunci dengan nol medali.

Sementara itu, hingga hari ini harapan itu masih terbuka. Masih ada mata lomba yang akan mempertandingkan atletik di nomor estafet putra dan putri. Atletik sendiri, dengan kekuatan atlet-atlet muda, telah membuktikan kemampuannya meraup banyak medali. Putra Limapuluh Kota, Wahyudi Putra, berhasil membawakan pulang 3 medali emas untuk Sumatera Barat.

Di luar itu, mulai dari para atlet yang menurut kosa kata seorang ofisial kontingen telah berlaga unlimit sangat patut dihargai dengan maksimal. Hadirnya 4 orang anggota DPRD Sumbar ke tengah-tengah tempat Sumbar berlaga, selain ditumpangan harapan agar mendapatkan perhatian, lebih dari itu, harapan agar ditolong penganggaran yang lebih serius.

Prestasi olahraga itu sama dengan atau ekivalen anggaran. Mulai dari pembinaan prestasi sampai pembiayaan ke iven-iven nasional yang membanggakan daerah ini. Malah, kata perantau Gebu Minang di Jawa Timur, perantau akan membantu jika daerah juga memberikan perhatian yang cukup.

Lalu, cukupkah anggaran olahraga di Komite Olahraga Nasional Indonesia Sumbar? Jauh. Informasi yang diserap, sampai hari ini kondisinya ”megap-megap”. Nah, kedatangan para wakil rakyat dari Komisi V DPRD Sumbar lalu, jangan hanya membawa angin lalu, atau sekadar menunaikan kewajiban berkunjung saja.

Harapan kita, kunjungan anggota dewan yang terhormat ini akan membawa ”spirit unlimit” dar atlet, ofisial, dan kontingen keseluruhan. Harapan akan perhatian wakil rakyat tertumpang di sana. Betapa olahraga memajukan negara-negara maju. Betapa olahraga yang dibiayai sempurna, telah mengangkat harkat dan martabat daerah-daerah di Jawa dan daerah lain di Indonesia. Terangkatnya, harkat dan martabat masyarakat menjadikan olahraga sebagai pondasi sehat, pondasi prestasi daerah, dan pondasi mentalitas sportivitas.

Memegang peringkat ketiga, Sumbar sudah sangat luar biasa. Dalam bahasa rekan-rekan Humas KONI se-Sumbar, dikatakan ”Sumbar Pandeka”. Arti pandeka secara ringkas adalah pesilat yang sangat ahli menguasai diri dan lingkungannya. Nah, Sumbar Pandeka dimunculkan untuk semangat dan ikonisasi spirit itu. Maka, disambutlah kontingen Sumbar oleh perantau Gebu Minang Jawa Timur, dengan pernyataan, ”Selamat bertanding Pandeka Mudo”!

Kembali ke soalan harkat dan martabat Urang Awak. Tak bisa dilepas, bahwa prestasi olahraga Sumatera Barat, menjadi kebanggaan bagi daerah (ranah) dan rantau. Tak bisa dilepas, ungkapan kalau ke rantau dunsanak carilah dulu. Tim Aju KONI Sumbar, bahkan mendapat pesan penting dari Ketua Gebu Minang Jawa timur Dr Ir H Sumarzen Marzuki MMT bahwa malu perantau di PON tahun 2000 jangan lagi terulang.

”Anak-anak kami. Mari berjuang demi nama Sumatera Barat. Jangan lagi terulang kejadian tahun 2000 saat tak satupun medali dijinjing pulang. Sumbar harus bisa menebas kultus buruk ini di hati perantau di Jawa Timur,” ungkap Sumarzen berharap.

Harapan Sumarzen itu, bersama seluruh perantau yang menyambut kontingen PON Remaja Sumbar yang dipimpin Wakil Ketua II KONI Sumbar Drs Handrianto itu, akhirnya dijawab dengan keseriusan para atlet, pelatih, dan ofisial. Posisi di tangga ketiga ini, meski baru dua hari, entah besok berubah, namun artinya kontingen PON Remaja Sumbar telah sangat serius memutus tali kekecewaan perantau di tahun 2000 yang sampai penyambutan kontingen Sumbar masih terpatri di hati perantau.

Kini, kekecewaan itu pupus sudah. Habis. Lesap. Para atlet Sumbar membuktikan keseriusan mereka bertanding. Para pelatih serius melaksanakan pelatihan dan bimbingan. Ofisial serius memberikan asistensi di bidangnya masing-masing. Kini, para pelaku olahraga sudah membuktikan keseriusannya. Tinggal lagi, Pemerintah Provinsi Sumbar dan DPRD Sumbar pada soalan dukungan anggaran ke depan. Seriuskah?(mnc)

Atletik Putri Sumbar PON Remaja di Surabay.

Atletik Putri Sumbar PON Remaja di Surabay.

Peraih Emas dan Perak cabang atletik di  PON Remaja Surabaya.

Peraih Emas dan Perak cabang atletik di PON Remaja Surabaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*