ilustrasi Harimau

ilustrasi Harimau

Advertisements

PADANGTODAY.COM– Tiga pejabat pemerintah Kota Qingdao, Provinsi Shandog, dikenai denda senilai 3.000 Yuan (setara Rp 6,2 juta) per orang karena memelihara delapan harimau Siberia di apartemen. Hewan-hewan langka itu diletakkan begitu saja di bagian atas apartemen 11 lantai.

Ketiga PNS ini sekaligus petinggi Partai Komunis China Kota Qingdao. Ulah mereka memelihara hewan langka terbongkar, setelah seekor hariamau yang belum genap setahun tewas, akibat melompat dari atap apartemen.

Insiden ini terjadi setelah hewan yang lepas dari kandang itu ketakutan melihat kembang api di malam perayaan Imlek.

Ide memelihara harimau Siberia di apartemen berasal dari Cui Jinguang. Dia mengelola taman nasional dekat Qingdao, tapi kekurangan biaya operasional. Alhasil, dia mengontak Yang Wenzheng, seorang pengusaha lokal, untuk merawat dua dari delapan harimau yang dimiliki yayasan taman nasional.

Jinguang lalu menyebar tiga anakan harimau jenis Siberia yang dia punya ke orang-orang lain, termasuk tiga pejabat itu.

Gara-gara kasus di apartemen itu, petugas konservasi alam dari Beijing langsung datang. Mereka menyita semua harimau yang dipaksa tinggal di rumah, untuk dibawa ke balai perawatan. Beberapa pejabat bidang kehutanan Qingdao, termasuk Jinguang, dipecat karena membiarkan praktik pemeliharaan hewan langka di tangan orang yang tidak terlatih.

Harimau Siberia merupakan salah satu satwa terancam punah di dunia. Tak sampai 500 ekor masih bertahan di habitatnya.

(ard/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*