Ilustrasi pedagang

Ilustrasi pedagang

Advertisements

PADANGTODAY.COM– Sampai saat ini Pemerintah Kota Solo dan Keraton Surakarta belum sepakat dalam penyediaan lahan pembangunan Pasar Klewer darurat buat menampung para pedagang pasarnya terbakar beberapa waktu lalu. Padahal, para pedagang sangat membutuhkan lokasi sementara selagi pasar itu dibangun kembali.

Lantaran proses pembangunan pasar darurat berlarut-larut, membuat para pedagang pasar resah. Mereka mendesak Pemerintah Kota Solo segera memastikan rencana itu. Desakan itu mereka sampaikan dalam aksi damai di Balai Kota Solo, Jumat (27/3). Sebelum ke balai kota, ratusan pedagang terlebih dulu melakukan aksi jalan kaki dari alun-alun utara, Keraton Surakarta.

Keresahan itu menyusul beredarnya kabar ditolaknya rencana pembangunan. Sebab, Keraton Surakarta dan Pemkot Solo sudah dua kali gagal meneken perjanjian sewa lahan Alun-alun Utara sebagai lokasi pasar darurat. Kondisi internal keraton sedang bergolak dituding menjadi biang keladi terhambatnya rencana itu.

“Kami khawatir, sebentar lagi bulan puasa yang merupakan musim panen raya bagi pedagang. Pasar darurat belum juga selesai dibangun,” kata Yuni Wulandari, koordinator lapangan aksi.

Yuni mengaku pedagang resah karena pada hari-hari terakhir saat pemenang lelang akan diumumkan, belum ada tanda-tanda pembangunan pasar darurat dimulai.

“Pemenang lelang pasar darurat sudah ada, anggaran sudah tersedia, masih ada persoalan apa lagi?” keluh Yuni.

Terkait hambatan dalam penandatanganan sewa lokasi dengan keraton, Yuni berharap persoalan internal itu segera diselesaikan. Jika pembangunan pasar darurat tak kunjung dilaksanakan, maka bisa-bisa pedagang akan gigit jari menjelang Lebaran nanti.

Dalam aksi itu, para pedagang ditemui Wakil Wali Kota Achmad Purnomo, Sekretaris Daerah Budi Suharto, serta Kepala Dinas Pengelola Pasar, Subagyo. Kepada para pedagang, Achmad Purnomo memastikan pembangunan pasar darurat akan dimulai pada 6 April mendatang.

“Kita akan mulai, jadwal itu sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi. Pemkot Solo berkomitmen penuh merealisasikan keinginan pedagang, termasuk menyediakan dana pembangunan pasar darurat senilai Rp 23 miliar,” kata Achmad.

Achmad menambahkan, masih ada sisa waktu hingga satu pekan ke depan guna merampungkan sisa persoalan sebenarnya menyangkut keadaan dalam keraton sedang memanas.

(ary/uil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*