27 Grup Kesenian Di Kabupaten Agam Ikuti Tari Pasambahan Dan Tari Galombang

Asisten-II-Setda-Agam-Isman-Imran-saat-memukul-tambua-tanda-dibukanya-lomba-tari-pasambahan-dan-galombang

Agam, PADANGTODAY.com-Sebanyak 27 grup kesenian di Kabupaten Agam, mengikuti tari pasambahan dan tari galombang yang diadakan di Gor Rang Agam Lubuk Basung, Senin (21/9).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Agam, Isman Imran dengan cara melaklukan pemukulan tambua yang didampingi oleh Kepala Disbudpar Agam, Hadi Suryadi.

Pada kesempatan itu, Isman Imran, mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan agar potensi Kabupaten Agam tergali karena memiliki kultur yang sangat baik, memiliki kebudayaan yang sangat banyak yang akan dikembangkan kedepannya.

Selanjutnya, terpadunya Agam sebagai sentral pengembangan Islam di Sumatera. Itu akan di gerakkan kembali melalui, tari, seni, kebudayaan, supaya bisa menginterfensi jiwa generasi muda bagaimana mereka bisa mencintai Agam untuk lebih baik lagi.

“Pemkab Agam melalui Disbudpar dan Disdikpora akan selalu mengembangkan kegiatan-kehgiatan positif untuk mengembangkan minat dan bakat generasi muda,” katanya.

Isman Imran mengharapkan, Disbudpar terus mengembangkan program ini dan pihaknya juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini.

Kepala Disbudpar Kabupaten Agam, Hadi Suryadi, mengatakan, grup yang mengikuti kegiatan ini merupakan utusan dari SLTP, SLTA, maupun grup kesenian yang ada di nagari-nagari se Kabupaten Agam. Grup ini akan mengikuti dua perlombaan yaitu, lomba tari pasambahan sebanyak 12 grup dan 15 grup tari galombang.

“Ini merupakan potensi yang perlu digali kembali, karena berkembangnya nilai budaya ini. Kami yakin dan percaya para perantau akan termotifasi kembali untuk pulang guna mengembangkan seni budaya,” katanya.

Lomba yang dilakukan ini untuk menggali dan membangkitkan semangat generasi muda. “Untuk membangkitkan generasi muda bukan dengan lomba ini saja, namun juga akan dicoba menggelar lomba randai, tambua tansa, selawat dulang dan kasidah yang akan diprogramkan pada 2016,” terangnya.

Hadi mengharapkan, para peserta yang mengikuti lomba ini dapat mengembangkan seni tradisional Minangkabau dan mengaplikasikan pada generasi muda lainnya, serta mempromosikan kesenian tradisi baik dalam daerah maupun luar daerah. (AP)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas