3 Kementerian dan DPR RI, Sosialisasikan Kebijakan Dana Desa

PARIAMAN,PADANGTODAY.COM -Dengan adanya sosialisasi kebijakan transfer ke daerah dan dana desa, diharapkan para Kepala Desa dapat menerapkan dan membuat roadmap apa kebijakan yang akan diambil. Pemerintah pusat melalui instruksi Presiden Joko Widodo mengubah paradigma tentang Desa, yang dimasa lalu dianggap pemerintah terendah yang dalam kegiatannya hanya mendapat bantuan dana yang sangat terbatas, saat ini dirubah, bahwa desa merupakan pemerintahan terdepan dalam memajukan bangsa dan negara, sehingga dana yang di dapat oleh desa sekarang ini sangat besar, dan untuk Kota Pariaman di tahun 2016 menerima dana APBN 34,4M dan dana perimbangan dari APBD sebesar 40M, totalnya mencapai 42,4M yang akan dibagi kepada 55 Desa yang ada di Kota Pariaman.

Hal ini disampaikan Wakil Walikota Pariaman Genius Umar dalam sambutannya pada acara sosialisasi kebijakan transfer ke daerah dan dana desa yang diadakan di Aula Balaikota Pariaman, Selasa (22/3) dengan menghadirkan narasumber dari Anggota DPR RI komisi V, Ade Rezky Pratama, Kakanwil Dirjen Perbendaharaan Sumbar Supriyo, Dirjen Perimbangan Keuangan Daerah Kabag Perencanaan dan Keuangan RI Deski Wijaya, Dirjen Perimbangan Keuangan Daerah Kasubag Keuangan Akuntansi dan pelaporan RI  Ari Gemini, Kasubdid Kemendagri RI Mei Rahayu Ningsih, Kemendes, PDT dan Transmigrasi Rafdinal dan Kepala Kantor KPP Pratama Padang I Sumbar Prima Libriyanto.

Genius Umar juga menyebutkan tentang pendamping yang ditugaskan di desa dari pusat terkadang tidak memahami kondisi yang ada di desa tersebut, dan yang terjadi Kepala Desa yang di Kota Pariaman ini lebih pintar dan memahami apa yang harus diprioritaskan dalam menata dam membangun desannya. Kami selaku Pemerintah Daerah mengucapkan Apresiasi kepada Kepala Desa yang telah bekerja maximal dalam memajukan desannya, dan cepat tanggap dalam menghadapi bencana yang kita alami kemaren, bagaimana Kepala Desa dapat bekerjasama dengan baik dengan kecamatan, Kepolisian, Kodim dan BPBD dalam menyikapi Banjir yang melanda daerah mereka, ujarnya.

“Pemko Pariaman telah membuat Regulasi Daerah dengan menularkan 7 Perwako tentang aturan penyaluran Dana Desa, mengadakan pelatihan dan pembinaan Kepla Desa, BPD dan LPM, serta Pelatihan Simkeudes. Selain itu Desa yang ada di Kota Pariaman didukung oleh semua sektor agar lebih cepat berhasil, pemerintah daerah dan unsur masyarakat saling bersatu padu untuk mewujudkan desa membangun, sehingga cita-cita membangun dari pinggiran untuk memperkuat NKRI,” tukasnya.

Ade Rezky Pratama mengatakan diadakannya sosialisasi ini di Kota Pariaman karena Kota Pariaman sebagai tujuan utama (pilot projeck) untuk mengoptimalkan pemerintahan desa yang ada di Kota, sehingga kami menginginkan kedepan desa-desa yang ada di Kota Pariaman akan menjadi contoh bagi desa-desa yang ada di Kota lain di indonesia. ia juga mengungkapkan adanya ketidak seimbangan dana desa atau nagari yang ad di Sumbar dengan yang ada di provinsi lain. karena itu kami sedang mengupayakan agar nagari yang ada dapat mendapat dana yang seimbang dengan jumlah penduduk yang dimilinnya. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas