3 Orang WNI Yang Ditahan Oleh Turki Diduga Keluarga Pelaku Teror

Kapolri.

Kapolri.

Advertisements

Jakarta, PADANGTODAY.COM-Sebanyak tiga orang dari 16 Warga Negara Indonesia yang ditahan oleh otoritas Turki saat hendak menyeberang ke Suriah beberapa waktu lalu ternyata keluarga dari orang yang diduga pelaku teror. Ketiganya adalah istri dan anak dari M Hidayah, terduga teroris yang ditembak mati Densus 88 di Tulungagung, Jawa Timur.

Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Badrodin Haiti membenarkan hal itu. “Sementara Informasi yang saya terima begitu, ada istri dan dua anak Hidayah, seorang terduga teroris yang meninggal di Tulungagung,” ujar Badrodin dalam pesan singkat yang diterima wartawan, Sabtu (14/3/2015) petang.

Untuk diketahui, M Hidayah atau Dayah alias Kim ditembak mati oleh sepuluhan personel Densus 88 Anti-teror pada 22 Juli 2013. Saat itu, Hidayah ditembak mati bersama Eko atau Rizal di Jalan Pahlawan, Kota Tulungagung, Jawa Timur. Keduanya dianggap terkait dengan sejumlah aksi teror di Solo, Bali, dan Medan.

Berdasarkan catatan Komisi Nasional HAM, Hidayah ditembak di bagian kepala setelah turun dari boncengan motor. Sementara Rizal ditembak di bagian dada dan sempat berusaha melarikan diri namun langsung diberondong tembakan oleh Densus.

Informasi yang didapat, istri dan anak Hidayah yang ditahan otoritas Turki bernama Tiara Nurmayanti dan anaknya, Syifa Hidayah Kalashnidkova. Tidak diketahui lagi identitas satu orang anak Hidayah yang disebutkan Badrodin.

Penelusuran dari pemberitaan soal penembakan Hidayah tahun 2013 juga menyebutkan identitas yang sama sebagai istri dan anak Hidayah. Mereka bersama mertua Hidayah, Masrifah sebelumnya tinggal di Lingkungan Gowa RT 03, RW 03 Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur.

Tim ke Suriah

Terkait penelusuran keterkaitan 16 WNI itu dengan jaringan ISIS, Badrodin mengaku sudah memberangkatkan tim gabungan dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) ke Turki.

“Untuk mendapatkan bahan keterangan yang lengkap dari mereka. Sehingga informasi yang akurat bisa kami dapatkan,” katanya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha Nasir mengatakan pihaknya kini masih menunggu perkembangan informasi dari tim tersebut. Saat ini, ke-16 WNI itu masih ditahan oleh pihak Turki.

“Mereka ditahan karena menyeberang lewat pintu yang dilarang buat warga asing lewat ke situ. Untuk keterkaitan dengan ISIS, masih menunggu perkembangan tim intelijen dari Polri dan BNPT,” ucap dia.

(sa/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*