3 Tim Pelajar Indonesia Berhasil Mengharumkan Nama Indonesia

IUSTRASI

ILUSTRASI

PADANGTODAY.COM – Tiga tim pelajar dari Indonesia berhasil mengharumkan nama bangsa dengan mendapat penghargaan untuk kategori Matematika, Ilmu Material dan Kimia di kompetisi riset sains SMA tingkat dunia, The Intel International Science and Engineering Fair.

Perwakilan pelajar SMA asal Indonesia yang berhasil meraih penghargaan di ajang ini adalah I Dewa Gede Ary Palguna dan I Kadek Sudiarsana yang menjadi perwakilan dari SMAN Bali Mandara Singaraja, Bali yang menerima Penghargaan dalam kategori karya ilmiah berjudul ‘Motifs Development of Gringsing Sarong’.

Selain itu, penghargaan untuk kategori Ilmu Material juga diberikan kepada Luca Cada Lora dan Galih Ramadhan dari SMA Negeri 1 Surakarta untuk karya ilmiah mereka yang berjudul ‘Packed VolcASH: An Inorganic Nature of Heavy Metals Absorbent’.

Dengan karya berjudul Bagasse-Based Activities Carbon as Effective Adsorbent for Heavy Metal Contamination from Industrial Activities (Case Study: Gold Mining Area in Mandor River, West Kalimantan), perwakilan Indonesia dari SMA Katolik Gembala Baik di Kalimantan Barat, yaitu Shinta Dewi dan Hansen Hartono, mendapatkan Sertifikat Honorable Mention dalam kategori Kimia untuk karya ilmiah mereka.

Intel meyakini bahwa anak muda adalah kunci dari inovasi masa depan dan dalam rangka menghadapi tantangan global di masa depan, kami membutuhkan pelajar dari berbagai latar belakang untuk terlibat dalam bidang sains, teknologi dan matematika, kata Deva Rachman, Corporate Affairs Director Intel Corporation.

“Kami berharap para pemenang bisa memberikan inspirasi kepada anak muda lainnya untuk mengejar minat mereka di bidang-bidang ini dan menuangkan segala keingintahuan, kreativitas dan kecerdasan mereka untuk kebaikan banyak orang. tambahnya.

Intel International Science and Engineering Fair sendiri merupakan gelaran yang memberikan penghormatan pada pelajar inovator, sekaligus ilmuwan dengan karya menjanjikan. Dari tahun ke tahun, finalis dipilih dari ratusan kompetisi serupa di seluruh penjuru dunia.

Karya ilmiah mereka kemudian dievaluasi secara langsung oleh sekitar 1.000 juri dari berbagai disiplin ilmu, dengan gelar Ph.D atau ahli dengan pengalaman profesional setidaknya 6 tahun di salah satu disiplin ilmu. Tahun ini, penyelenggara menyediakan sekitar USD 4 juta sebagai hadiah untuk para pemenang.

(dzm/uil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas