SUKU PEDALAMAN MENTAWAI PUNYA HAK PILIH PILKADA

Mentawai,Sumbar,P

Advertisements
KPU sisir pemilih di desa Muntei,Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepuluan Mentawai. Komisioner menenukan pemilih dari suku pedalama telah menggunakan hak pilih (Der).

KPU sisir pemilih di desa Muntei,Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepuluan Mentawai. Komisioner menenukan pemilih dari suku pedalama telah menggunakan hak pilih (Der).

PADANG-TODAY.COM – Sejumlah suku anak pedalaman di, Kabupaten Kepuluan Mentawai,Sumatera Barat ada sudah bisa mengunakan hak pilih pada pemilihan Bupati adan Wakil Bupati pada 15 Februari 2017.

“Sudah ada sebagian suku pedalaman Mentawai seperti di desa Muntei Kecamatan Siberut Selatan menggunakan hak pilih pada pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 15 Februari 2017//Mereka ini ada telah melakukan rekaman elektronik Kartu Tanda Penduduk (E-KTP) sudah bisa menggunakan hak suara untuk Pilkada di daerah itu,”kata Kordiv. Perencaan dan Program Data KPU Sumbar, Nova Indra di Mentawai.

Ia menjelaskan, ada kesadaran warga terutama suku pedalaman Mentawai untuk memiliki identitas serta menggunakan hak politiknya saat Pilkada.

“Hal ini dibukti ketika Pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur Tahun 2015, suku pedalaman Mentawai memiliki KTP sudah menggunakan hak suara ketika Pilgub,”ungkapnya.

Untuk Pilkada Mentawai mereka ini otomatis sudah masuk dalam daftar Pemilih Tetap (DPT)//KPU Sumbar memberikan apresiasi pada pemerintahan Mentawai serta KPU setempat mau mengajak suku pedalaman untuk menggunakan hak pilih.

Jika masih ada suku pedalaman belum memiliki KTP diwajibkan untuk merekam e-KTP di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Kepuluan Mentawai agar bisa menggunakan hak suara saat Pilkada Mentawai. “Nanti akan ada surat keterangan dari Dinas Pendudukan setempat untuk bisa menggunakan hak pilih,”jelas Nova Indra.

Sementara itu Kepala Suku Salakkopa Yohanes Salakkopa menyatakan, saat Pemlihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumbar tahun 2015 suku pedalaman di desa Muntei Kecamatan Siberut Selatan sudah ada menggunakan hak pilihnya, ada ribuan yang pergi ke tempat pemungutan suara (TPS).

“Hanya sekitar 80 persen suku pedalaman yang datang ke TPS mengunakan hak suara saat Pilgub Sumbar tahun 2015,”ungkapnya.

Ia menjelaskan, sudah ada kesadaran dari masyarakat menggunakan hak pilih saat Pilgub Sumbar, mereka datang ke TPS mengunakan hak pilihnya.

“Faktor dari masyarakat yakni TPS mudah dijangkau, ajak dari penyelenggara Pemilu untuk gunakan hak pilih,”ungkapnya.

Untuk Pilkada Mentawai tahun 2017, lanjut Yohanes Salakkopa diperkirakan sekitar 90 persen yang mau menggunakan hak pilih. Rata-rata mereka ada sudah kenal dengan calon kepala daerah, namun ada kenal melalui foto-foto yang terpasang. “Tapi penduduk desa ini siap untuk menyukseskan Pilkada Mentawai tahun 2017,”tegasnya.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mentawai telah resmi menetapkan dua pasang calon bupati dan wakil bupati Kepulauan Mentawai yang akan bertarung pada Pilkada 2017. Kedua kandidat yang akan betarung itu adalah Rijel Samoloisa-Binsar Saleleubaja dan Yudas Sabaggalet-Kortnius Sabeleakek.

Pasangan Rijel Samoloisa-Binsar Saleleubaja didukung dari Partai Hanura dan Demokrat//Pasangan Yudas Sabaggalet-Kortnius Sabeleakek didukung PDI-Perjuangan, Partai Golkar, Partasi Nasdem, Partai Gerindra, Partai PAN, PKS, dan PBB.(Der).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*