Advertisements

Mentawai,Sumbar,Padang-today.com – Tim jelajah pengawasan Pilkada Mentawai dari Bawaslu Sumbar salah seorang pembawa kotak suara Pilkada Mentawai tidak diketahui nama memakai atribut berupa topi salah satu pasangan calon kepala daerah.

“Salah seorang pengedara sepeda motor memakai atribut berupa topi bergambar salah satu pasangan calon kepala daerah,”kata Zul didampingi Hendrix di Mentawai.

Ia menjelaskan, saat ini mengira ada orang membawa makanan berupa goreng pisang, namun merasa curiga dengan pengendara sepeda motor, temannya bernama Rais mengambil rekaman video pengendara tersebut. Hal sama juga dilakukan Taufik.

“Namun dari dekat ternyata pengendara sepeda motor membawa kotak suara, namun alangkah kagetnya ternyata pengendara tersebut memakai atribut berupa topi salah satu pasangan calon kepala daerah,”ungkapnya.

Pengendara tersebut lanjutnya memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. “Ini sebenarnya tidak diboleh orang bawa kotak suara pilkada memakai atribut pasangan salah satu pasangan calon,”tegas Zulfi.

Ia mengatakan, hasil temuan tersebut, langsung menanyakan pada Ketua Panwascam Pagai Utara, Empirisman Zebua.

“Namun jawaban dari Ketua Panwascam tidak memuaskan,”katanya.

Tidak itu saja lanjut Zulfi, melihat masih ada baliho maupun spanduk calon kepala daerah masih terpasang di Sikakap, Saumangayak, serta Silabu. “Meminta Panwascam untuk menurunkan baliho serta spanduk terpasang, ini sudah masa tenang,”tegasnya.

Sementara itu Ketua Panwascam Pagai Utara, Empirisman Zebua menyatakan, tidak tahu kalau ada membawa kotak suara pakai atribut berupa topi salah satu pasangan calon kepala daerah.

“Tidak tahu sama sekali,mungkin itu tukang ojek yang dibayar untuk membawa kotak suara,”katanya.

Pihaknya akan melakukan pengecekan kebenaran informasi tersebut.”Kami akan menanyakan pada pihak PPK soal pembawa kotak suara memakai atribut pasangan calon kepala daerah,”jelas Empirisman Zebua.

Sementara itu Surya Efitrimen Divisi Pencegahan Bawaslu Sumbar,menyatakan, tidak ada atribut yang terpasang saat masa tenang ini.

“Ini sudah memasuki masa tenang, semua atribut pasangan calon kepala daerah harus diturunkan lagi,”katanya.

Terkait adanya tim jelajah menemukan pengendara bawa kotak suara pakai atribut berupa topi salah satu pasangan calon kepala daerah. Surya Efritmen menyatakan, tidak dibenarkan membawa kotak suara pakai atribut pasangan calon kepala daerah. “Ini harus ditegur oleh Panwascam setempat, sangat disayangkan jika dibiarkan membawa kotak suara pakai atribut pasangan calon kepala daerah. “Bawaslu sumbar akan memanggil Ketua Panwascam terkait hal tersebut,”tegasnya.(nat).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*