60 Orang ASN Padang Panjang Pensiun 2016

PADANGTODAY.COM-Sebanyak 60 orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Padang Panjang, Sumatera Barat akan memasuki masa pensiun pada 2016.

Advertisements

“Ke 60 orang tersebut tersebar di sejumlah instansi yang ada di Padang Panjang,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Padang Panjang, Martoni di Padang Panjang, Kamis.

Ia menyebutkan, rata-rata ada sebanyak 60 orang ASN yang memasuki masa pensiun setiap tahunnya. Angka itu, berasal dari ASN di lingkungan struktural dan tenaga fungsional seperti guru dan penyuluh.

Akibat banyaknya ASN yang memasuki masa pensiun dan terbatasnya perekrutan CPNS baru, terjadinya kekosongan sejumlah tenaga teknis di lingkungan Pemerintah kota (Pemkot) Padang Panjang. Jika tidak dicarikan solusinya, Padang Panjang akan kekurangan pegawai.

“Saat ini mulai dirasakan dengan keterbatasan tenaga bendaharawan gaji, bendaharawan ruitn dan bendaharawan pemegang barang di masing-masing Satuan Kerja Perangkat daerah (SKPD), termasuk juga Sopir,” ujarnya.

Dengan adanya kekurang ASN di sejumlah tenaga teknis dan sopir tersebut, Pemkot Padang Panjang melakukan berbagai upaya untuk menutupi kekurangan tersebut.

Jika Sopir, kami bisa mengatasinya dengan tenaga kontrak. Tetapi, untuk bendaharawan gaji, bendaharawan pembantu, bendahawaran pemegang barang memang harus pegawai dan rata-rata golongan II dan III,” tambahnya.

Jumlah ASN yang berada di golongan II katanya, juga sudah sangat terbatasnya, karena tidak adanya pengangkatan pegawai dari ijazah SMA sederajat.

Selain bendaharawan dan sopir, pihaknya juga mengkuatirkan terhadap kekurangan guru di sejumlah sekolah, terutama untuk Sekolah dasar (SD). Karena, cukup banyak guru dari SD yang memasuki masa pensiun dan minimnya pengangkatan guru untuk tingkatan SD.

Kami juga sedang menunggu instruksi dari pusat tentang guru ini, jika tidak ada solusi akan dicoba mengangkat guru Pegawai Tidak Tetap (PTT )dari guru honorer yang telah mengabdi di sejumlah sekolah, sebutnya.

Masyarakat Padang Panjang, Dasril berharap kepada Pemkot setempat bisa mencarikan solusi kekurangan dari ASN itu. “Jangan jadikan kekurangan ASN sebagai alasan tidak maksimalnyay pelayanan,” katanya.(nto)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*