Diterjang Abrasi, Puluhan Rumah Terendam Air Laut

Padang-today.com___Puluhan rumah warga di Kenegarian Pilubang, Korong Pasia Baru, Kecamatan Sungai Limau, Sumbar terendam air laut setinggi lutut orang dewasa. Setidaknya 5 Kepala Keluarga ‘KK’ yang tinggal dikawasan pesisir pantai nagari tersebut rusak diterjang abrasi.

Warga yang tinggal dikawasan sepanjang pesisir pantai merasa takut akan datang gelombang ombak susulan yang lebih besar. Abrasi sejak 08.00 – 10.00 WIB sangat luar biasa terjangan ombak menghempas rumah warga.

“ Kami merasa kuatir dengan tinggginya air pasang laut yang merendam rumah kami,” kata Desi salah satu warga setempat mengatakan kepada wartawan.

Desi (48) mengatakan, sebelumnya juga pernah terjadi abrasi pantai. Namun kali ini, ombak sangat  besar menerjang pesisir korong Pasia Baru, Senin, 30/07/2018 sejak pukul 08.00 WIB – 10.00 hingga kini.

“Warga yang tinggal disepanjang pesisir pantai begitu kaget dengan luar biasanya ombak menghantam rumah warga dan dua sekolah di korong ini,” kata dia.

Dipihak lain, Nursina (48) kepala Sekolah Dasar ‘SD’ 04 Pasia Baru mengatakan, sepanjang tidak menganggu proses belajar dan mengangajar di sekolah, murid-murid tetap belajar seperti biasanya.

“Sekiranya ombak mengganas dan merendam SD tersebut, terpaksa murid-murid diliburkan untuk sementara waktu, “ kata dia.

Hingga kini, kata dia, Untuk SD 04 masih tinggi dari permukaan laut. Artinya, tidak begitu parah dengan Abrasi kali ini. “Abrasi kali ini hanya merendam halaman sekolah, itu pun cepat surut, “ kata dia.

Sebut saja Zulnaldi, (54) salah seorang warga yang warung nasinya diterjang ombak menyebutkan, daerah tersebut memang langganan terkena abrasi. Namun tahun ini menurutnya ketinggian ombak yang paling besar.

“Terakhir yang sampai merusak banyak rumah ya empat tahun lalu. Ini baru yang lebih besar lagi, meskipun tahun-tahun kemarin juga gede, tapi yang tahun ini paling besar,” jelasnya.

Kini pihaknya terpaksa tidak berjualan nasi, karena disibukan dengan menganasnya ombak dipagi hari. Hingga kini, ia terpaksa menyelamatkan alat untuk memasak dan perabotan rumah tangga lainya. Meski demikian, ia mengakui masih enggan untuk berpindah rumah. Ia pun memilih untuk menunggu sampai ombak reda, baru kemudian ia membuka warung nasinya lagi.

“Ya ini perabot sudah saya ungsikan, warung ini sudah kosong, lantainya penuh dengan pasir. Kalau pindah tempat, biar di sini dulu lah sampai nanti kan ombaknya surut juga,” aku Zulnaldi.

Sementara Khaidir  Walinagari Pilubang mengatakan, sebanyak 40  rumah warga di korong Pasia Baru terendam air laut dan 5 rumah yang rusak diterjang abrasi. “ Pihak kami telah mendata rumah warga yang mengalami dampak dari abrasi tersebut. 40 rumah warga, 1 sekolah SD dan 1 SMP yaitu SD 04 dan SMP 04. Hingga kini masih dalam tahap penataan warga yang mengalami rusak parah,” ujarnya.

Katanya, sebelumnya abrasi  juga terjadi di kenagarian yang ia pimpin tersebut. Namun kali ini, abrasi terjadi cukup menakutkan warga yang bermukim di sepanjang pesisir pantai. “Dampak abrasi kali ini sangat luar biasa dari sebelumnya,” kata dia.

Guna penanggulangan sementara, pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang Pariaman dan warga setempat untuk memasang pemecah gelombang, berupa karung pasir. Harapannya, agar ombak yang menerjang pantai  tidak mengakibatkan perluasan dampak kerusakan dari abrasi tersebut.

“Ini sifatnya sementara terlebih dahulu agar tidak makin meluas dampaknya. Sedangkan kami sebenarnya sudah langsung laporan kepada pihak Pemerintah setempat, guna mengusulkan talud pemecah gelombang di sepanjang garis pantai ini,” tandasnya menghakiri. (suger)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas