Payakumbuh | Rabu, 28/07/2010 09:15 WIB

Kesadaran Warga Menjaga Lingkungan Masih Rendah

Nur Akmal - Posmetro Padang

Kepala Kantor Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh Drs. Yummardius, menegaskan, menata dan memelihara  lingkungan hidup (LH) bukan semata tanggung jawab pemerintah. Seluruh publik atau warga kota, tanpa kecuali, punya tanggung jawab moral dalam menata dan memelihara LH di Kota Payakumbuh.

"Karena itu, bagaimana menata dan  memelihara LH dengan baik, pihak Kantor Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh melakukan sosialisasi ke tengah masyarakat, bertempat di sebuah hotel melati, dan aula Balaikota Payakumbuh, 27-30 Juli 2010," ujar Yummardius .
 
Hari pertama sosialisasi pengelolaan LH diberikan kepada pelajar, setelah dibuka Walikota Payakumbuh diwakili Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan, Ir. H. Benny Warlis, MM. Hari berikutnya, kegiatan yang sama, ditujukan buat penegusaha industri makanan, pelaku usaha lainnya, serta untuk kalangan PNS pada seluruh jajaran pemko.
 
Pengamatan pihak Kantor Lingkungan Hidup Payakumbuh, sejak organisasi pemerintahan ini terbentuk, dua tahun lalu, banyak persoalan LH yang harus dibenahi. Yummardius, mengapungkan beberapa contoh, soal industri makanan yang belum menata limbah secara profesional. Dampaknya, lingkungan pemukiman jadi tercemar. Kenyamanan warga jadi terusik.
 
Selain itu, juga dicontohkan Yummardius, soal keberadaan usaha peternakan ayam yang berada di lingkungan pemukiman. Awalnya tidak ada persoalan, karena saat usaha tersebut didirikan, belum ada penduduk yang berdomisili disekitar itu. Tapi, setelah beberapa tahun kemudian, ketika rumah penduduk sudah banyak, timbullah persoalan dalam bidang LH ini.
 
Gambaran lainnya, disebut Yummardius, masih banyak penduduk yang merusak lingkungan, dengan membabat pohon pelindung yang seharusnya dipelihara dan aliran sungai yang tercemar. Membakar jerami di sawah, katanya, juga dinilai merusak lingkungan. Padahal, jerami itu bisa dijadikan pupuk organik, buat peningkatan produksi pertanian.

Dikatakan, dalam soal memelihara ketertiban, kebersihan dan keindahan, Payakumbuh terbilang sukses. Ditandai dengan perolehan penghargaan atau Piala Adipura yang sudah lima kali berturut-turut. Tapi, gelar kota terbersih itu belum cukup, kalau pengeloaan LH tidak ditata dengan baik. "Ibarat sayur, tanpa garam," ujarnya. (*)


Bookmark and Share counter


Berita Terkait

Komentar Anda
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Lokasi :
Komentar :
    kode: