Di tengah minimnya jaringan irigasi, petani di Kabupaten Sijunjung terpaksa lebih memanfaatkan jasa kerbau untuk membajak sawah. Sebab, sawah yang mereka garap umumnya sawah tadah hujan. Sehingga, ketika musim hujan tiba petani langsung membajak sawah dengan kerbau karena tanahnya sudah keras.
"Majunya teknologi tidak bisa dilakukan karena sawah yang digarap unumnya sawah tadah hujan. Segantang benih dulu bisa menghasilkan sepuluh gantang beras. Untuk membajak sawah masyarakat petani pun lebih memilih jasa kerbau supaya akarnya bisa tercabut seluruhnya," keluh Husnan petani di Pematangpanjang, Sijunjung.
Disamping itu, membajak dengan kerbau hasilnya hasil panen (padi) pun lebih banyak. Meski ada juga di antara petani yang memanfaatkan teknologi mesin bajak. Namun, karena umumya sawah di daerah ini adalah sawah tadah hujan. Maka, membajak dengan kerbau lebih efesien karena sawah yang dikelola hanya sekali dalam setahun.
Tradisi menggunakan kerbau untuk membajak sawah juga juga terjadi di daearh Ganting, Padangranah dan Pudak serta daerah sekitarnya. Untungnya dalam melaksanakan ke sawah ini para petani di Kecamatan Sijunjung itu berkerjasama dengan berkelompok yang lebih dikenal dengan tobo kongsi untuk bergotong-royong.
"Hasil panen beberapa tahun belakangan ini jauh berkurang karena petani terlambat turun ke sawah seiring menunggu datangnya hujan. Sehabis melaksanakan panen masyarakat di daerah ini biasanya merayakan dengan acara berkaul minta turun hujan. Acara kaul ini direncanakan pertengahan Juni ini," jelas Upik Badir, petani di Pudak.
Kadis Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Sijunjung Adiputra Effendi mengakui, secara teknis sebenarnya sama hasil produski padi yang dibajak melalaui kerbau atau mesin bajak. Namun, untungnya membajak dengan kerbau hasilnya bisa dinikmati secara bersama oleh petani yang memiliki kerbau tersebut.
"Keuntungan lainnya, kotoran kerbau secara tidak langsung bisa juga dijadikan pupuk sawah. Kalau ada yang beranggapan hasilnya lebih baik, secara teknis sebenarnya sama. Apalagi, dengan menggunakan mesin bajak perlu biaya lain seperti membeli bensin, dan keuntungannya hanya dinikmati sendiri oleh pemilik mesin bajak," pungkasnya. (*)
JAWA-BALI-NUSATENGGARA : Jawa Pos - Rakyat Merdeka Radar Bogor - Radar Cirebon - Radar Jogja - Radar Tegal Lombok Post - Timor Ekspress - Radar Surabaya - Indo Pos Radar Tasikmalaya - Radar Banten |
|
||
SUMATERA : Batam Pos - Sumatera Ekspres - Palembang Pos Radar Lampung - Jambi Ekspres - Pekanbaru MX - Rakyat Aceh Radar Tuba - Radar Palembang - Rakyat Lampung Radar Lamteng - Radar Lamsel - Radar Tanggamus Radar Kotabumi - Radar Metro - Rakyat Bengkulu Jambi Independent - Riau Pos - Pekanbaru Pos - Dumai Pos Pos Metro Batam - Padang Ekspres - Pos Metro Padang - Sumut Pos |
|||
MAJALAH : Tabloid Nurani - Oto Trend - Tabloid Nyata |
|||