Adik Hakim Sarpin Laporkan Dua Dosen Unand

PADANG,PADANGTODAY.COM-Alfikri adik Sarpin Rizaldi, hakim tunggal sidang praperadilanan BG terhadap KPK melaporkan dua dosen Universitas Andalas (Unand) Padang eri Amsari dan Chalrles Simabura. kepada polisi. Laporan ini dibuat karena dua dosen itu dinilai mencemarkan nama baik Sarpin.

Kabid Humas Polda Sumatera Barat, AKBP Syamsi membenarkan laporan keluarga Sarpin. Laporan tercatat bernomor LP/57/II/2015/SPKT. “Ya kita sudah terima laporan dan segera kita proses,” jelas Syamsi

Alfikri datang ke Mapolda Sumatera Barat bersama pimpinan adat Suku Tanjung Kapalo Ilalang Kecamatan 2 x 11 Enam Lingkung Kabupaten Padang Pariaman sambil membawa guntingan media yang memuat pernyataan tersebut.

Dalam pernyataannya yang dikutip media, kedua akademisi tersebut antara lain menyuarakan agar hakim Sarpin dibuang secara adat dari Fakultas Hukum Unand akibat memenangkan Budi Gunawan dalam putusannya. Sarpin merupakan alumnus Unand.

“Sarpin dibuang secara adat. Adat itu bukan akademisi yang punya. Bukan Fakultas Hukum yang punya adat. Adat itu milik ninik mamak. Jadi kami datang ke sini bersama ninik mamak. Mereka (ninik mamak) juga merasa perlu melaporkan, karena selaku pemuka adat, merasa tidak pernah membuang (Sarpin),” kata Alfikri kepada wartawan.

Salah seorang pemuka adat, Datuak Rajo Panjang menyebut tidak pernah berpikiran membuang Sarpin dari suku Tanjung, walau keputusannya memunculkan kontroversi

“Tak ada itu. Yang berhak membuang itu kami, bukan dosen. Sampai sekarang, Sarpin tetap anak kemenakan kami,” kata Rajo Panjang.

Mereka menilai, pernyataan para pengamat setelah putusan sidang yang dikeluarkan Sarpin, sangat menyakitkan hati keluarga dan kaum suku Tanjung.

“Terlalu berlebihan dan menyakiti hati kami,” tambah Rajo Panjang.(can)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas