Agar Visi dan Misi Kota Pariaman Tercapai, Pemko Pariaman Pindahkan Pasar Tradisional Kota Pariaman Ke Terminal Jati Baru

 

Walikota Pariaman tinjau terminal jati baru untuk kepindahan PKL.

Walikota Pariaman tinjau terminal jati baru untuk kepindahan PKL.

Pariaman, PADANGTODAY.com-Dalam rangka persiapan kepindahan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Pasar Tradisional Kota Pariaman, kemarin, Walikota Pariaman H Mukhlis R bersama Wakil Walikota Genius Umar dan Sekda Armen melakukan kunjungan mendadak ke Pasar Jati, Kecamatan Pariaman Tengah.

Kunjungan tersebut rangka melihat kesiapan pasar Jati Pariaman menampung PKL yang akan pindah tanggal 2 Februari 2015 mendatang. Alasan pemindahan itu dilakukan, karena lokasi PKL di Pasar Tradisional Kota Pariaman telah melimpah ruah sampai ke jalan raya pasar setempat.

Akibatnya, kondisi jalan raya Pasar Tradisional Kota Pariaman sering macet hingga kini. Padahal, jalan tersebut adalah jalan utama pengunjung menuju gerbang masuk ke lokasi Pantai Gandoriah, Kota Pariaman. Kalau dibiarkan tentu visi dan misi Kota Pariaman menjadikan kota tujuan wisata islami dan sebagai kota pusat perdagangan tidak tercapai.

“Kita harus melakukan penataan dan pembersihan jalan menuju Pantai Gandoriah, sehingga masyarakat yang datang melihat keindahan pantai kita tidak terganggu, karena jalan macet. Kita segera pindahkan PKL ini ke Pasar di Terminal Jati Pariaman. Sekarang kita meninjau persiapannya,” kata Walikota Pariaman H Mukhlis R dan Kabag Humas Pemko Pariaman Hendri, kemarin.

Katanya, waktu pemindahan telah ditetapkan. Pemindahan tersebut juga disejalankan dengan pemindahan terminal angkutan perdesaan di Muaro Pariaman. Sehingga masyarakat yang berjualan sayur pada pagi hari di Pasar Tradisional Pariaman bisa gelar dagangan di Terminal Jati ke depannnya.

“Saat ini Pemko Pariaman telah menyiapkan lokasi yang nyaman bagi PKL. Sehingga masyarakat yang akan membeli dagangannya juga nyaman belanja di Pasar Terminal Jati Pariaman nanti. Kita mengharapkan dukungan semua pihak, sehingga pelaksanaan proses kepindahan pasar ini berjalan sesuai aturan dan tidak memiliki kendala. Salah satu dukungan dari masyarakat pedagang dan pemilik serta supir angkutan perdesaan,” ujarnya.

Artinya, Pasar Jati Pariaman dioperasikan mulai bulan Februari 2015. Diharapkan pedagang pasar pagi yang memenuhi Pasar Tradisional Pariaman selama ini dapat berpindah ke lokasi Pasar Jati yang telah dibangun pemko.

“Pasar Jati terdiri dari pasar ikan, pasar daging, pasar buah serta pasar sayur yang mana diharapkan dapat menampung seluruh pedagang yang ada. Dengan adanya pasar yang bersih dan tertata rapi diharapkan dapat memperindah kota dan menyelesaikan permasalahan kesemerawutan Pasar Tradisonal Pariaman yang selalu terjadi setiap harinya,” ujarnya.

Dirinya mengingatkan tentang sarana dan prasarana yang ada di Pasar Jati saat ini harus bagus. Makanya, dirinya sekarang melakukan pengecekan kesiapannya yang akan di operasikan mulai bulan Februari mendatang.
“Kita berharap ke depan tidak ada lagi keluhan dari para pedagang tentang fasilitas prasarana, dan sarana dari kios-kios yang ditempati di Pasar Terminal Jati Pariaman ini nantinya,” ujarnya.

Patauan di lapangan, dalam pengecekan tersebut, walikota, wawako dan sekda serta SKPD yang terkait di lingkungan Pemko Pariaman sama-sama bergotong royong bersama membersihkan dan pengecekan drenase. Bahkan melihat kelayakan kios-kios yang telah ada agar dapat berfungsi makimal.
Sementara itu, Nasir salah seorang pedagang di Kota Pariaman, tentang proses kepindahan ini harus menjadi perhatian serius semua pihak di kota ini. Sebab, selama ini pengoperasian Pasar Terminal Jati Pariaman tersebut telah berulang kali dilaksanakan, namun saat peresmian memang banyak pedagang yang berjualan.
Namun, setelah berjalan satu dan tiga hari satu persatu pedagang yang pindah ke Pasar Terminal Pariaman, satu persatu kembali ke tempat berdagang semula di Pasar Tradisional Pariaman. Begitu juga persoalan kepindahan terminal angkutan perdesaan di Muaro Pariaman.
“Kita berharap kepindahan sekarang yang telah dirancang jauh-jauh hari oleh Pemko Pariaman ini berjalan sesuai dengan ketentuan. Begitu juga pedagang juga wajib mendukung, sehingga pengoperasian Pasar Terminal Jati Pariaman tidak berulang kali dilakukan,” tambahnya mengakhiri. (eri)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*