Ahli Waris Gugat Kembali Tanah Pemda, Anggota DPRD Agam Berharap Persoalan Ini Diselesaikan Secara Kekeluargaan

Kantor DPRD Agam.

Kantor DPRD Agam.

AGAM, PADANGTODAY.com-Sengketa tanah yang terletak bersebelahan dengan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Agam yang merupakan milik Pemerintah Daerah (Pemda) Agam, sebaiknya harus diselesaikan secara kekeluargaan. Hal tersebut seperti diungkapkan oleh salah seorang anggota DPRD Agam, Yuspidar. Menurutnya, pengajuan gugutan kembali yang dilakukan oleh ahli waris tanah tersebut ke Pengadilan Negeri (PN) Lubukbasung sebenarnya bisa dihindari, jika ada kemauan kedua belah pihak untuk menyelesiakan masalah tersebut secara musyawarah dan kekeluargaan.

” Berlarut-larutnya persoalan tanah milik Pemda Agam yang kembali di gugat oleh ahli waris tanah, sungguh sangat kita sayangkan terjadi. Seharusnya kedua belah pihak duduk bersama secara musyawarah dan menyelesaikan persoalan itu secara baik-baik. ” ujar anggota dewan dari partai Nasdem itu.

Yuspidar menambahkan, kedua belah pihak harus sama-sama mengedepankan kemaslahatan, jika keduanya tetap bersikukuh dengan dasar masing-masing, maka kondisinya akan tetap seperti sekarang, apalagi pembangunan yang dilakukan Pemda Agam diatas tanah tersebut sudah dilakukan.

” Permasalahan ini pasti ada jalan keluar yang baik, tidak mesti harus melalui pengadilan karena pembangunan di tanah itu sedang berjalan. Satu sisi Ahli waris mengclaim tanah adalah miliki kaum mereka, di sisi lain Pemda juga mengaku sudah memiliki sertifikat kepemilikan yang sah. Jika putusan pengadilan kembali NO, maka persoalan itu tidak akan berkesudahan,” tambahnya.

Lanjutnya lagi, tidak ada salahnya pihak ahli waris mencabut gugatan, dan itu harus diikuti dengan itikad dari pemda untuk meyelesaikannya dengan cara kekeluargaan, karena kita menilai tidak ada yang dirugikan dengan langkah tersebut.

” Lubukbasung sebagai ibukota Kabupaten sangat membutuhkan pembangunan lebih banyak lagi. Itu semua tidak terlepas dari dorongan dan dukungan masyarakat. Jangan sampai rumitnya persoalan tanah, menjadi penghambat pembangunan di Lubukbasung, sehingga akan berdampak tidak baik bagi ibukota kabupaten di masa-masa mendatang,” harapnya.(martunis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas