Ahok Minta Agar PLN Tak Matikan Pompa Air di Waduk Pluit Penyebab Banjir

Gubernur DKI Ahok.

Gubernur DKI Ahok.

Jakarta, PADANGTODAY.COM-Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengatakan, Perusahaan Listrik Negara (PLN) tidak bisa lagi salah mengambil langkah dalam mengantisipasi banjir yang terjadi di Ibu Kota. Dalam rapat koordinasi tentang banjir yang dipimpin Presiden Joko Widodo pada Rabu (11/2/2015) siang, Ahok meminta agar PLN tak lagi mematikan pompa air di Waduk Pluit yang menyebabkan banjir di kawasan Jakarta Pusat.

“Jadi, ke depan harus nyala! Enggak ada yang gendeng lagi, iseng!” kata Ahok, seusai rapat di Istana Kepresidenan, Rabu sore.

Ahok mengatakan, pada pekan ini, cuaca buruk akan kembali terjadi. Namun, menurut dia, meski cuaca buruk, banjir tidak akan terjadi apabila seluruh pompa yang ada berfungsi dengan baik.

“Makanya, kita harus andalin enam pompa besar di Pasar Ikan, itu harus jalan, termasuk pompa di Waduk Pluit, di Ancol Timur, itu semua harus jalan. Kalau ini jalan, kita relatif aman,” kata Ahok.

Ahok mengatakan, Presiden Joko Widodo mengungkapkan keheranannya terhadap PLN. Jokowi, kata Ahok, mengungkapkan, selama dua tahun menjabat Gubernur DKI mendapatkan informasi yang cukup soal penanggulangan banjir di Jakarta. Misalnya, keberadaan Waduk Pluit yang berada di tengah Jakarta diperuntukkan untuk menampung air. Jika pompa Waduk Pluit tak berfungsi, air akan meluber ke sisi barat dan timur.

“Makanya, Pak Presiden heran, menurut beliau kan sudah beres tengah. Cuma gara-gara matiin lampunya itu tidak tepat. Ini dibuktikan kok, pas lagi puncak-puncaknya banjir, PLN matiin trafo,” kata Ahok.

Saat ditanyakan apakah dalam rapat itu PLN menyampaikan permintaan maaf atas langkah yang diambilnya, Ahok hanya menjawab santai, “Orang PLN Dirut-nya baru kok. Jadi, enggak ngerti juga,” ujar dia.

Seperti diketahui, banjir kembali terjadi di sekitar Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin (9/2/2015) lalu. Saat itu, Ahok mencurigai ada keanehan dengan banjir setinggi 30 sentimeter di depan Istana Kepresidenan.

Setelah ditelusuri, Ahok mendapat laporan bahwa pompa air di Waduk Pluit yang menyedot air dalam waduk untuk dialirkan ke laut mati. PLN mematikan aliran listrik dengan alasan takut terjadi korsleting. Namun, menurut Ahok, kawasan Pluit yang dialiri listrik tidak terendam air sehingga kekhawatiran PLN akan ancaman korsleting salah. (sabrina asril/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*