Ajak Maraton, Pemuda Cabuli Gadis 12 Tahun di Kedai Sate

CI saat diamankan di Polres Tanahdatar

CI saat diamankan di Polres Tanahdatar

Batusangkar, PADANGTODAY.com – Berdalih mengajak korban pergi maraton (lari pagi.red), CI (19) tahun pelajar, warga nagari koto baru kec. Sungai Tarab melakukan tindakan asusila kepada mawar (nama samaran) (12), warga baringin kec, Sungai Tarab.

Berawal dari kecurigaan orang tua Mawar, gadis yang tidak bersekolah lagi ini yang biasanya yang periang, namun akhir-akhir ini terlihat sering bermenung dan suka menyendiri.

Hal ini tentu menjadi tanda tanya bagi orang tua mawar terhadap perubahan sikap anaknya. Setelah ditanya oleh orang tua Mawar maka terkuaklah cerita perlakuan CI kepada mawar.

“Memang telah terjadi dugaan perbuatan asusila terhadap korban yang di lakukan CI, berdasarkan laporan orang tua korban (Mawar) no. LP/140/k/IX/2014/SPKT.tanggal 06 September 2014, maka kami telah melakukan penangkapan terhadap CI, Sabtu (06/9) sekitar pukul 23.30 WIB. Tersangka telah diamankan di Polres Tanahdatar untuk penyidikan lebih lanjut,” terang Kasatreskrim Polres Tanahdatar AKP Wahyudi.

AKP Wahyudi menjelaskan kronologis kejadian pada Jum’at (29/08), sekitar pukul 04.00 WIB, CI menjemput Mawar kerumahnya dengan dalih pergi maraton ke Lapangan Cindua Mato. Sesampainya disana sekitar 04.30 WIB, CI dan Mawar beristirahat disebuah kedai sate kaki lima yang sedang kosong karena memang pagi itu belum ada kegiatan penjual yang berjualan di sekitar Lapangan Cindua Mato.

Tanpa disadari entah setan apa yang membuat CI melakukan perbuatan ini, CI berupaya membujuk mawar untuk melakukan hubungan suami istri. Termakan bujuk dan rayuan tersangka, maka terjadilah perbuatan asusila tersebut.

Setelah korban dicabuli, CI kemudian mengantarkan kembali korban kerumahnya di Baringin. Kita sedang mengembangkan kasus ini dengan melengkapi administrasi penyidikan, pemeriksaan korban dan meminta hasil visum dari rumah sakit.

“Tersangka kita kenai pasal 82 UU no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun,” tambah AKP Wahyudi. (rommy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas