Akhir Generasi Emas Spanyol

Menyebut nama Spanyol dalam olahraga, adalah bicara tentang prestasi. Dalam sepuluh tahun terakhir, Spanyol menjadi negara yang sangat ditakuti dalam olahraga. Tidak hanya pada sepakbola, para jugador (atlet) Negeri Matador juga menguasai olahraga-olahraga populer lain. Sebut saja Fernando Alonso di Formula One, Jorge Lorenzo, Marc Marquez, Dani Pedrosa, Tito Rabat dari MotoGP, Alberto Contador dari balap sepeda. Bahkan, dari bulutangkis pun, mereka sudah merajainya. Dari cabang yang tak dikenal di negara tersebut, telah lahir seorang juara dunia bernama Carolina Marin.

Advertisements

Nama Spanyol akan semakin harum ketika bicara sepakbola. Ya, di olahraga yang paling populer sejagat itu, mereka adalah rajanya. Setidaknya dalam sepuluh tahun terakhir, mereka menguasai setiap level. Mereka menjadi juara dunia pada 2010, juara eropa pada 2008 dan 2012. Juara di tiga turnamen mayor itu menjadikan Spanyol menjadi satu-satunya negara di dunia yang mampu melakukaknnya.

Di level klub, para wakil-wakil Spanyol merajai Eropa dan Dunia. Sebut saja di Liga Champion dan Liga Europa. Kita sangat mengenal Real Madrid, Barcelona, Atletico Madrid hingga Sevilla. Bahkan La Liga saat ini menjadi liga teratas dan paling populer di Eropa dan Dunia.
***

Namun, dalam siklus kehidupan, tentu ada awal dan juga akhir. Begitu pula dengan generasi emas sepakbola Spanyol. Uniknya, generasi emas itu, dibuka dan ditutup oleh Italia. Kok bisa?

Mari kita mundur ke delapan tahun lalu tepatnya di Piala Eropa 2008. Spanyol, yang sebelumnya dikenal sebagai jagoan di kualifikasi, lolos ke perempatfinal dan menghadapi Italia. Saat itu, Italia adalah favorit juara mengingat status mereka sebagai jua Piala Dunia 2006.

Spanyol dan Italia pun terlibat duel sengit hingga akhirnya pemenang harus ditentukan lewat adu penalti. Sampai kemudian penalti Cesc Fabregas menaklukkan Gianluigi Buffon dan Spanyol lolos pertama kalinya ke babak semifinal setelah sekian lama.

Di semifinal, Spanyol melewati Rusia dan mengalahkan Jerman di final untuk merengkuh trofi Piala Eropa kedua dalam sejarah mereka sekaligus menuntaskan 44 tahun puasa gelar dan juga status buruk sebagai “jagoan kualifikasi” yang begitu melekat.

Piala Eropa 2008 jadi momentum kebangkitan sepakbola Spanyol yang terkenal dengan generasi emasnya saat itu dari Iker Casillas, Sergio Ramos, Carles Puyol, Gerard Pique, Fabregas, David Silva, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, David Villa, Xabi Alonso, dan Fernando Torres.

Setelahnya Spanyol merajai Piala Dunia 2010 untuk pertama kalinya dengan mengalahkan Belanda di final dan dilanjutkan dua tahun kemudian, mempertahankan titel Piala Eropa usai menggilas Italia 4-0 di final.

Tiga gelar mayor beruntun, tak ada negara yang pernah melakukannya selain Spanyol. Namun, yang namanya sebuah era, pasti bakal ada akhirnya dan Tim Matador mengalami itu di Piala Dunia 2014.

Masih dilatih oleh Vicente del Bosque, Spanyol tersingkir langsung di fase grup usai kalah 1-5 dari Belanda dan 0-2 dari Chile. Banyak yang menilai bahwa Spanyol mulai atau bahkan divonis sudah “habis”.

Namun, Piala Eropa 2016 disebut-sebut jadi momentum terakhir pembuktian kehebatan Spanyol. Sayangnya, Spanyol yang bermaterikan para pemain senior dan “darah-darah” segar di dalam timnya harus menuai kekecewaan lagi.

Tampil relatif biasa-biasa saja di fase grup yang ditutup dengan kekalahan dari Kroasia di partai terakhir, Spanyol harus bertemu Italia-nya Antonio Conte yang disebut-sebut punya kekuatan menakutkan.

Meski tanpa pemain bintang, Italia disulap jadi tim yang tangguh dan Spanyol pun dibuat keok di babak 16 besar yang dihelat di Stade de France, Senin (27/6/2016) malam WIB ini. Gli Azzurri menang 2-0 dan mengirim pulang La Furia Roja lebih cepat ke rumahnya.

Bagi Spanyol, ini seperti pertanda bahwa mereka memang harus memulai lagi siklus baru dalam generasinya. Seperti delapan tahun lalu, Italia pula yang kini menutup rapat cerita emas tim semenanjung Iberia tersebut. (Rijal Islamy)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*