AKP Wahyudi: Pelaku Cabul Guru Mengaji Tanah Datar Urutan ke 35 Tahun 2014

Kasat Reskrim Tanah Datar AKP Wahyudi.

Kasat Reskrim Tanah Datar AKP Wahyudi.

Advertisements

Tanah Datar, PADANGTODAY.com-Seorang guru mengaji inisial (S) (26) warga salimpaung kabupaten tanah datar telah melakukan perbuatan cabul kepada 2 kakak beradik anak murid mengajinya bunga (8th) dan adiknya mawar (6th) dgn cara memegang dan meremas-remas kemaluan pd saat kakak beradik ini belajar mengaji dengan (S).

Di hubungi padangtoday.com kapolres Tanah Datar melalui Kasat Reskrim Tanah Datar AKP Wahyudi membenarkan kejadian cabul yang ke 35 kalinya ini untuk kabupaten tanah datar.

“Tersangka kami amankan di Polres Tanah Datar, berdasarkan laporan orang tua korban LP/179/k/x1/2014/SPKT tanggal 13 nop 201 tentang TP Perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur. Terbongkarnya perbuatan tersebut oleh orang tua korban karena adanya laporan korban dan teman temannya kepada ibu korban, bahwa mawar dan bunga telah sering di cabuli oleh (S), dan setiap melakukan perbuatan bejat tersebut (S) selalu mengatakan kepada korban untuk tidak membicarakannya kepada siapapun termasuk kepada orang tua korban. Perbuatan cabul terakhir dilakukan (S) Senin, 10/11/2014 pukul 17.00 Wib di Lawang Kec. Salimpaung. Tersangka dapat dijerat dengan pasal 82 UU Republik Indonesia No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman pidana 15 tahun penjara, “ujar AKP Wahyudi.

Menyikapi maraknya kejadian cabul di Tanah Datar, sebenarnya Polres Tanah Datar melalui Kasat Bimas telah melakukan sosialisasi tentang pemahaman tindakan kriminalitas ke sekolah mulai tingkat dasar sampai SLTA.

“Kapolres menghimbau kepada masyarakat Tanah Datar untuk lebih berhati-hati dalam mengawasi anaknya, baik yang laki-laki maupun perempuan, karena tercatat anak dibawah umur laki-laki juga telah jadi tersangka untuk kasus cabul di Tanah Datar ini, termasuk pengawasan terhadap pengunaan elektronik seperti hp yang canggih, dan internet pun harus ekstra di lakukan oleh orang tua, “tambah Wahyudi.

Tokoh masyarakat Tanah Datar yang juga koordinator PAKIS (Pusat Kajian informasi strategis) Sumatera Barat Datuak Amga, berkaitan dengan kasus cabul ini mengatakan, “kebobrokan moral telah terlihat nyata di Tanah Datar, Pemda setempat seharusnya perlu mengadakan seminar tentang kemerosotan moral ini seperti yang telah disarankan oleh DPRD 2 tahun silam, keseriusan Pemda harus cepat dilakukan menyikapi kasus cabul yang telah mencapai di atas 30 kasus selama 2014 ini, termasuk dinas pendidikan harus memasukan program-program ajaran budi pekerti, pendidikan kewaspadaan/mitigasi kepada murid dan pengawasan pengunaan HP yang canggih di sekolah-sekolah, benar-benar diterapkan. Maraknya kasus cabul ini merupakan hal yang memalukan bagi Tanah Datar sebagai pusat adat dan kebudayaan minangkabau, bisa di bilang saat ini Tanah Datar termasuk salah satu juara jumlah kebobrokan moral”, ujar Datuak. (romi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*