Aksi Penipuan Di Aceh Makin Meresahkan Warga

Ilsutrasi

Ilsutrasi

PADANGTODAY.COM – Aksi penipuan di Aceh saat ini makin meresahkan warga. Modus penipuan pun beragam. Dari dalih meminta sumbangan untuk kepentingan beramal dan pembangunan rumah ibadah di setiap lampu merah, hingga penipuan melalui telepon berhadiah.

Atas dasar itu Kapala Dinas Sosial (Dinsos) Aceh Alhudri meminta kepada seluruh masyarakat Aceh agar berhati-hati penipuan yang memakai modus undian berhadiah. Biasanya pelaku meminta sejumlah uang kepada korban sebagai syarat pengambilan hadiah. Namun, setelah persyaratan dipenuhi oleh korban, hadiah yang dijanjikan tak kunjung datang.

“Perkembangan teknologi akhir-akhir ini memang ada yang disalahgunakan. Pelaku penipuan memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut. Sekarang ada modus baru, misalnya dengan menelepon langsung si korban,” kata Alhudri, Selasa (5/5) di Banda Aceh.

Alhudri tidak menampik apa yang diiming-imingkan oleh pelaku sangat menggiurkan. Seperti diming-imingkan mendapatkan mobil hadiah dari produk tertentu, sehingga korban terpengaruh dan mengirim sejumlah uang pada pelaku.

“Setiap perusahaan dan instansi yang menggelar undian gratis berhadiah, akan terdaftar di lembaga tersebut, baiknya konfirmasi langsung pada yang bersangkutan,” pintanya.

Kata Alhudri, ada modus lain yang kerap dipraktikkan akhir-akhir ini berdalih untuk sumbangan seperti rumah ibadah dan amal. Biasanya mereka beroperasi di setiap lampu merah dengan membawa kardus mi instan dan dituliskan “Sumbangan Kemanusiaan”.

“Tapi itu kan belum pasti, bisa saja sumbangan yang telah terkumpul digunakan untuk pribadi,” tegasnya.

Terkait dengan kebiasaan mahasiswa meminta sumbangan untuk kemanusiaan seperti korban bencana, Alhudri berharap, sebelum menggalang dana mahasiswa lebih melapor ke dinas terkait agar tidak melanggar hukum.

Sementara itu Sekretaris Senat Mahasiswa UIN Ar-Raniry, Banda Aceh Reza Fahlevi membenarkan setiap menggalang dana kemanusiaan sering tidak melaporkan pada aparat terkait.

“Kita biasa buat aksi galang dana tidak minta izin sama aparat karena kita pikir aksi kita tertib. Kalau memang harus minta izin, pemerintah harus menyosialisaikan ke lembaga-lembaga,” tutup Reza.

 

(bal/uil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*