Aktivitas Pelabuhan Tidak Boleh Berhenti

 

   Padang-today.com – Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Teluk Bayur Padang tetap berjalan normal meskipun ada aksi diam dilakukan lima Asosiasi pelabuhan.

“Aksi diam yang akan dilakukan para asosiasi itu nyatanya batal. Ini sesuai surat yang saya keluarkan selaku KSOP di Teluk Bayur. Surat bernomor :UM/002/6/29/KSOP.TBS.2018 tertanggal 7 Oktober 2018 itu bersifat penting. Ini gunanya menjamin kelancaran aktivitas bongkar muat di pelabuhan Teluk Bayur yang merupakan salah satu objek Vital yang ada di Sumbar,” kata Kepala KSOP Teluk Bayur, Nazarwin di Padang.

Seiring keluarnya surat itu, aktivitas bongkar muat di pelabuhan Teluk Bayur pada Senin (8/9) berjalan seperti biasa. “Tidak alami kendala apa pun, aktivitas jalan seperti biasa,” tegas Nazirwan

Ia menjelaskan,batalnya aksi diam pihak asosiasi itu, telah disampaikan ke Gubernur Sumbar, Setjen Kemenhub, Dirjen Hubla, Dirut Pelindo II (IPC), Dirut PT Semen Padang, GM Pelindo II Teluk Bayur, pihak Asosiasi dan ke pihak lainnya di pelabuhan.

    “Kabar batalnya aksi diam itu saya sampaikan Senin dini hari sekitar pukul 01.00 kepada pihak-pihak yang saya sebutkan tadi,”jelas Nazarwin.

KSOP sebagai regulator di pelabuhan jelas tidak ingin melihat proses atau aktivitas pelabuhan terganggu. Soalnya cukup besar dampaknya, baik dari sisi pekerjaan, waktu dan juga ekonomi.

    “Aktivitas bongkar muat tetap jalan di  pelabuhan, saya menginginkan pelabuhan tetap bekerja, tidak boleh berhenti, jika berhenti akan berdampak besar,”tegas Nazarwin.

   Ia menambahkan, apa yang jadi keinginan pihak asosiasi itu sudah ditampung KSOP dan dikomunikasikan ke pihak IPC, bahkan sudah menggelar rapat mulai dari Minggu pagi  sampai tengah malam.

“Memang semua keputusan yang sudah dibuat itu, tidak  bisa memenuhi semua kepentingan pihak orang, tidak memuaskan, karena kami bukan pengambil kebijakan,”jelasnya.

   Menurut Nazarwin bila masih ada hal-hal lain yang masih mengganjal pihak asosiasi, bisa dibicarakan kembali. “Jangan langsung buat aksi, ini jelas merugikan Sumbar jika aktivitas pelabuhan tidak berjalan,” kata Nazarwin.

    Muhammad Tauhid ketua ALFI Sumbar mengaku aksi diam para asosiasi di Teluk Bayur tetap mereka lakukan.

    “Perlu saya luruskan, aksi yang kami lakukan itu bukan dalam bentuk demo atau unjuk rasa, tapi aksi diam (tidak berkerja) di hari itu,”katanya.

    Ia menjelaskan, sudah beberapa kali pihak asosiasi tetap komit untuk memperjuangkan hak mereka pada IPC Teluk Bayur, karena menurut pihak asosiasi pihak Pelindo terkesan semena-mena.

“Marilah kita berjalan sesuai aturan yang ada. Jangan cara intimidasi dilakukan. Bagi kami organisasi pekerja, kenyamanan dan masin tersisih mencari kehidupan di pelabuhan ulah aturan dibuat Pelindo,”ujarnya.

    Pihak asosiasi sebelumnya sudah menempuh cara-cara elegan untuk mengembalikan eksistensi asosiasi dan pekerja di Pelabuhan Teluk Bayur.

“Tapi seperti tidak digubris, sehingga asosiasi yang ada di pelabuhan mengambil sikap untuk aksi diam,”ujarnya.

Sementara itu tempat terpisah, General Manajer IPC Teluk Bayur, Armen Amir  mengatakan aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap berjalan lancar seperti biasa.

    “Sejak pagi hari layanan kapal dan bongkar muat berjalan seperti biasa, tidak ada mogok kerja seperti yang dikhawatirkan,”katanya.

Ia menjelaskan, sepanjang Senin kemarin ada delapan kapal yang sandar di dermaga Pelabuhan Teluk Bayur untuk melakukan aktivitas bongkar muat, di antaranya terdiri atas pupuk dalam kemasan, semen dalam kemasan dan curah, CPO, cangkang hingga kapal penumpang.

    Armen menjelaskan, aktivitas bongkar muat sudah dilakukan pukul 06.00 WIB, dimana kapal SPOB JJ Pacific yang memuat CPO menuntaskan aktifitas bongkar muat.

Setelah itu, menyusul kapal-kapal lainnya, yang melakukan pemuatan di pukul 09.00 WIB, yakni KM Ayumas Samudra yang memuat semen dalam kemasan, lalu MV Matsusaka yang memuat cangkang.

    “Selain dua kapal tersebut, ada kapal MV Tabernacle Prince tujuan Colombo, Sri Lanka memuat semen curah dan KM Swadaya Lestari yang juga memuat semen curah dengan tujuan Batu Ampar, Batam,”jelasnya.

Setelah empat kapal tersebut, Kapal Bahtera Mega yang memuat semen dalam kemasan melakukan aktifitas bongkar muatan pupuk dalam kemasan, KM Bunsho yang memuat Semen dalam kemasan dan KM Putra Kusuma yang mengangkut penumpang menuju Panasahan juga merampungkan aktifitasnya.

    “Memang sempat ada beberapa pihak terkait dengan aktivitas ini menolak melakukan aktifitas bongkar muat. Namun, setelah diberi pengertian, mereka akhirnya memahami dan proses bongkar muat dilangsungkan tanpa ada persoalan,”ungkap.Armen Amir.

   Terkait tuntutan sejumlah asosiasi pelabuhan melakukan aksi diam yang memprotes kebijakan Pelindo II Teluk Bayur yang dipandang merugikan kepentingan Perusahaan Bongkar Muat, Perusahaan Pelayaran dan Pengurus Koperbam Teluk Bayur, Armen menyikapi dengan tenang.

   Tak hanya itu, para tokoh aksi ini juga menuntut pencabutan PM 152 tahun 2016, pembatalan pengenaan supervisi fee kepada PBM mitra yang menangani barang2 semen padang melalui conveyor, Keberatan atas penggunaan JIB Crane milik Pelindo II dan peninjauan pengenaan tarif progresif terhada kapal.

     Terhadap tuntutan terkait dengan pencabutan PM 152 tahun 2017 itu adalah kewenangan regulator yakni Kementerian Perhubungan, sedangkan tuduhan terhadap tidak diberikan nya kesempatan PBM mitra untuk melakukan kegiatan di Pelabuhan Teluk Bayur adalah tidak benar, dari data-data yang ada terlihat sangat jelas bahwa PBM mitra di teluk bayur dapat kesempatan untuk bekerja sebagaimana mestinya dalam jumlah yang relatif cukup besar.

    Dari  data kegiatan PBM mitra dari Pelindo II Cabang Teluk Bayur terungkap bahwa komoditas barang yang dikuasai oleh PBM mitra adalah bungkil, pupuk bag, batubara, karet, steel coil, kedelai, jagung curah, tiang pancang, besi konstruksi, clinker/coppe rslag/gypsum, semen bag, project cargo dan coklat 100 persen dikuasai oleh PBM (Perusahaan Bongkar Muat), mitra Pelindo tersebut,
Sedangkan yang dikerjakan oleh PT Pelindo II adalah komoditi(barang) cangkang 4 persen, pupuk curah 61persen, batu split 45 persen dan aspal serta CPO saja yang 100 persen.

    “Ini artinya sangat jelas bahwa PBM mitra mendapatkan porsi yang relatif besar dalam melayani kegiatan bongkar muat di teluk bayur ,”jelas Armen Amir.(der)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*