Ali Mukhni Bantah Tuduhan Masyarakat Kasang Tidak Setuju Jalan Tol

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni saat blusukan pembangunan jalan tol

Padang-today.com___Bupati Padang Pariaman, Drs. H. Ali Mukhni, mengatakan tidak terima kalau masyarakatnya dituduh tidak setuju dengan pekerjaan pembangunan Jalan Tol, Padang Pariaman-Pekanbaru, sekarang pekerjaannya terganggu dan dihentikan masyarakat Nagari Kasang Kecamatan Batang Anai  yang tanah terkena imbas pembangunan jalan tol tersebut.

“Permasalahan yang terjadi ditengah-tengah masyarakat, adanya kesalah pahaman tentang kesepakatan dalam pembebasan lahan. Masak di Nagari Kasang yang dekat dengan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) harga tanah Rp. 45 ribu rupiah,” kata Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni pada acara buka puasa bersama dengan Forkupinda, Kepala OPD, Camat dan Kepala Kamenag Padang Pariaman, Dr. H. Helmi bersama jajarannya dan termasuk awak media,  di Pandopo Bupati Kelurahan Karan Aur Kota Pariaman, Senin 28/5/2018.

Dikatakan, sudah hampir satu minggu 12 buah alat berat ekspator tidak lagi bekerja, karena masyarakat yang tanahnya terkena pembangunan Jalan Tol tersebut, melarang pekerjaan dilanjutkan sebelum ganti rugi tanahnya dibayarkan sesuai dengan harga  sekarang.

Menurut Ali Mukhni pihak pengembang Jalan Tol, terlalu rendah memberikan ganti rugi tanah masyarakat, hanya Rp. 45 ribu rupiah permeter. Kalau tanah masyarakat dihargai di bawah standar wajarlah masyarakat meminta pekerjaan untuk dihentikan.

Akibat terhentinya pekerjaan Jalan Tol yang sudah diresmikan Presiden RI Jokowi Dodo, beberapa waktu lalu itu, Gubernur Sumatera Barat, Prof. Dr. Irwan Prayitno, memanggil Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni, Rabu (30/5/2018) untuk mencarikan solosi dan jalan keluarnya, sehingga pekerjaan bisa dilanjutkan.

“Insha Allah, kita akan penuhi undangan Gubernur Sumbar. Muda-mudahan setelah itu akan didapat jalan penyelesaian dengan masyarakat yang tidak terima ganti rugi tanah rendah tersebut,” ujarnya.

Dalam pekerjaan Jalan Tol, lanjutnya, tanah masyarakat yang terkena imbasnya bukan diganti rugi, tetapi diganti untung, artinya ganti rugi  yang diterimanya dapat membawa untuk kepada keluarganya dan kalau dibelikan kepada tanah lokasi lain, mereka tidak menambah lagi.

“Sejak mulai disosialisasikan, belum ada masyarakat Padang Pariaman yang menolak terhadap pembangunan Jalan Tol Padang Pariaman-Pekanbaru tersebut,” kata dia..

Ia menambahkan, pekerjaan Pembangunan Jalan Tol yang sudah dilaksanakan sepanjang 1,5 kilo meter, semuanya di atas tanah masyarakat dan mereka setuju saja semuanya. Pihaknya juga tidak terima kalau pembangunan Jalan Tol disebutkan Padang-Pekanbaru, keliru itu tidak ada satu jengkalpun Jalan Tol yang diresmikan Presiden RI Jokowi Dodo, terletak di Kota Padang. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas