Ali Mukhni, Irigasi Anai Mengaliri Sawah Masyarakat

Padang-today.com__Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni menyatakan irigasi Batang Anai I dan II telah melancarkan saluran perairan sawah masyarakat, sekaligus menghentikan terjadinya banjir di daerah Batang Anai, Sintoga dan Ulakan Tapakis.

“Berbagai jembatan sebagai sarana penghubung jalan masyarakat juga banyak dibangun. Seperti Jembatan Campago di V Koto Kampung Dalam, Jembatan Lubuak Tano di VII Koto, Jembatan Pasia Laweh, Jembatan Kampuang Galapuang di Ulakan Tapakis dan Jembatan Koto Bangko Sungai Geringging. Selain dari APBD Padang Pariaman, pembangunan rata-rata berasal dari APBN dan APBD Provinsi Sumatra Barat,” ujar Ali Mukhni kemarin.

Katanya, Padangpariaman sebagai daerah penyanggah Ibu Kota Provinsi sekaligus pintu masuk orang asing ke Sumbar.

Keberadaan BIM atau Bandara Internasional Minangkabau di wilayah Padangpariaman memiliki keuntungan strategis untuk kesejahteraan masyarakatnya.

Ali Mukhni sering mengkampanyekan tidak ada istilah “pejabat” saat menjalankan amanah dan kewajibannya kepada masyarakat dan daerah. Ia menegaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) itu adalah “Pelayan Masyarakat”. Sehingga seluruh jajarannya harus berinovasi sehingga motivasi segala bentuk pelayanan masyarakat harus optimal dan terpadu.

Dari sisi pelayanan, OPD yang paling diandalkan terlihat dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas DPMPTP, Dinas Kesehatan dan Dinas Kominfo. Empat instansi OPD ini selalu melihatkan inovasi dan dedikasi kinerja yang kreatif.

“Keempatnya pun sudah mendapatkan pengakuan dari pemerintah pusat. berkat dorongan Bupati Ali Mukhni dan Wakil Bupati Suhatri Bur dalam penerapan membuat kedua pemimpin itu mengantongi beragam penghargaan tertinggi dari Presiden RI dan sejumlah Menteri,” ungkapnya.

Dikatakan, Disdukcapil Padangpariaman memiliki beragam inovasi dan kreatif menjalanan percepatan pelayanan pada masyarakat. Seperti terhitung dari 2017, terdapat program Pedang Saber (Petugas Datang Semua Administrasi Beres), Alpa Beta (Anak Lahir Pulang Bawa Akta), Ajek (Antar Jemput Administrasi Kependudukan), Dukcapil Weekend Service, Mitra PMI dan Kadoku KTP Elektronik bagi siswa/i SLTA. Disdukcapil bersama DPTPMP Padangpariaman di tahun 2018 bersinergi memberian pelayanan jemput bola, langsung ke setiap Nagari.

“Kegiatan dilaksanakan secara bergilir dan dijadwalkan ke seluruh kecamatan dan nagari. Diharapkan mempermudah pelayanan dan pengurusan KTP Elektronik, KK, Perubahan Data, Pembayaran IMB atau lainnya. Program tersebut jelas sangat membantu masyarakat dan kinerja pemerintah daerah itu sendiri. Terutama penghimpunan data jumlah serta perubahan yang terjadi akibat pergi pulang atau pergi merantau. Alhasil, terhitung dari 2018, puluhan ribu masyarakat sudah memiliki E-KTP,” ujarnya.

Kemudian katanya, DPMPTP Padangpariaman sendiri, memiliki inovasi Program Simple (Sistem Informasi Pelayanan Perizinan Elektronik) yaitu sistem mudah terhubung dan diakses melalui computer atau handphone genggam yang memiliki jaringan internet. Pelayanan melalui website, medsos, SMS, Whatsapp, dan email juga dapat dilakukan, memudahkan masyarakat dalam pengurusan perizinan, informasi dan sebagainnya. dari program tersebut nilai investasi tahun 2017 Kabupaten Padang Pariaman mencapai Rp183 miliar per September 2017, jumlah tersebut melebihi target sebesar Rp46 miliar. Dibanding tahun 2016, target yang tercapai hanya Rp40 Milyar.

Berdasarkan Data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Sumbar melalui Kadis Akhiruddin pada November 2017, produksi buah Kelapa di Sumatera Barat mencapai 78.902 ton per tahun dengan areal tanam seluas 87.298 hektare. Luas areal tanaman Kelapa itu tersebar di 19 kabupaten dan kota di provinsi yang berpenduduk sekitar 5,8 juta jiwa tersebut.

Daerah penghasil buah Kelapa itu antara lain Kabupaten Padangpariaman dengan produksi mencapai 35.436 ton di areal seluas 40.755 hektare, Kabupaten Agam dengan produksi 11.026 ton di areal tanam 9.780 hektare dan Kepulauan Mentawai 6.495 ton dengan luas tanam 7.924 hektare. Kabupaten Lima Puluh Kota dengan produksi buah kelapa mencapai 5.448 ton dan areal tanam seluas 5.480 hektare dan Pesisir Selatan produksinya sebesar 3.860 ton, dan luas tanam 4.399 hektare.

Dari data di atas, Padangpariaman merupakan penghasil kelapa terbesar dengan jumlah produksi 35.436 ton dengan luas area 40.755 hektare. Minimal perharinya, 5 unit minibus L300 mengangkut 3,5 ton atau 10.000 buah kelapa dibawa ke Padang, Bukittinggi, Pekanbaru dan Jambi.

“Hasil turunannya seperti sapu lidi, tempurung, kayu kelapa, kelapa muda hingga kerajinan lidi dan VCO (Virgin Coconut Oil) atau minyak kelapa. Masing-masing hasil produksi atau industri rumah tangga tersebut juga berperan meningkatkan kesejahteran masyarakat, karena banyak menyerap tenaga kerja. Dan hasil produksi turunan kelapa seperti VCO dan Tempurung untuk Briket atau Bara api bahan bakar arang tidak dapat dianggap sepele karena sudah diekspor ke Benua Asia, Eropa dan Amerika Serikat. Dan kebutuhan cendrung meningkat. Sementara kebutuhan bahan terus menipis,” tandasnya mengakhiri. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas