Ali Mukhni, Kita Sudah Melakukan Ketika Yang Lain Memikirkan

Bupati Ali Mukhni dan Rektor Unand Tafdil Husni menandatangan MoU Temu Lapang Pengenalan Varietas Padi di Lokasi persawahan nagari Aia Tajun, Kec.  Lubuk Alung, Senin (22/8).

Bupati Ali Mukhni dan Rektor Unand Tafdil Husni menandatangan MoU Temu Lapang Pengenalan Varietas Padi di Lokasi persawahan nagari Aia Tajun, Kec.
Lubuk Alung, Senin (22/8).

Padang-today.com__Komitmen Padang Pariaman menjadi lumbung pangan nasional menjadi program unggulan kepemimpinan Bupati Ali Mukhni dan Wabup Suhatri Bur.  Ini terbukti dengan surplus produksi beras yang melampui kebutuhan pasar hingga tiga kali lipat sejak beberapa terakhir. Padahal kabupaten dan
kota lain baru tahap memulai program swasembada beras.

“Kita pakai motto Semen Padang, kita sudah melakukan ketika yang lain yang memikirkan. Artinya, ketika daerah lain baru mencanangkan swasembada beras, Padang Pariaman sudah lebih dulu berhasil bahkan surplus” kata Bupati Ali Mukhni ketika Penandatangan Nota Kesepahaman dengan Universitas Andalas di Lokasi persawahan nagari Aia Tajun, Kec. Lubuk Alung, Senin 22-08-2016.

Dalam siaran press reliase Humas Setdakab Padangpariaman bahwa Padang Pariaman berhasil memproduksi gabah hingga 270 ribu ton pada tahun 2015. Jika dijadikan beras maka totalnya menjadi 173 ribu ton. Sedangkan kebutuhan beras tingkat lokal hanya 53 ribu ton untuk 546 ribu jiwa masyarakat Padang Pariaman.

“Artinya beras kita sudah nikmati di kabupaten dan provinsi luar sumbar. Kita jamin rasanya lebih enak” kata Bupati yang meraih Penghargaan Ketahanan Pangan dari Presiden RI itu.

Orang nomor satu di Padang Pariaman itu tidak bosan-bosan meningatkan agar masyarakat memanfaatkan lahan terlantar menjadi lahan produktif pertanian.

“Jangan ada satu jengkal tanahpun yang tidak dimanfaatkan untuk kemakmuran Padang Pariaman” kata Bupati yang disebut sebagai Calon Gubernur Sumbar itu.

Rektor Universitas Andalas Tafdil Husni mengaku bangga dengan capaian kinerja Bupati Ali Mukhni khususnya di bidang pertanian. Untuk itu Unand sebagai lembaga penelitian dan pengembangan mendukung Padang Pariaman bersinergi menggelorakan inovasi teknologi tepat guna pertanian untuk mewujudkan ketahanan pangan.

“Padang Pariaman sudah menjadi lumbung pangan nasional berkat komitmen Bapak Bupati. Unand melalui Kemenristek siap membantu dalam inovasi untuk memacu produksi pertanian” kata Rektor yang menyebutkan bahwa Unand sebagai peringkat 11 di Indonesia.

Sementara Kadis Pertanian Yurisman mengatakan bahwa Padang Pariaman saat ini juga ditunjuk sebagai lokasi pertanian modern yang hanya ada dua di Sumatera, yaitu di Sumsel dan Sumbar.

“Sesuai arahan Pak Bupati, kita berharap sektor pertanian menekan angka kemiskinan dan kemakmuran masyarakat” kata Jebolan Universitas Andalas itu.

Usai penandatangan MoU, Bupati Ali Mukhni dan Rektor Unand Tafdil Husni uji coba rasa terhadap 10 varietas baru pertanian antara lain Batang piaman, kuriak kusuik, bawaan, ceredek merah, Inpari 21, Anak daro,Sagannggam panuah. Junjung, Inpari 13 dan Lampai kuning. Juga diserahkan enam unit mesin perontok padi kepada enam kelompok tani di Padang Pariaman.

Hadir pada kesempatan itu Direktur Pembenihan Kementan RI Prihartini, Dandim 0308 Pariaman Letkol. Arh. Endro Nurbantoro, Akademisi Unand dan Kepala SKPD setempat. (suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*