Ali Mukhni Minta Kajian Sejumlah Guru Besar Tentang Ikon Pembangunan Nasional

Acara FGD (Focus Group Discussion) yang digelar Pemkab Padangpariaman baru baru ini

Padang-today.com__Pemerintah Padangpariaman melahirkan program pembangunan dan pengembangan kawasan pendidikan di daerahnya. Untuk itu pihak pemerintah setempat perlu kajian yang konfherensif yang melibat segala eleman masyarkat dan akademisi.

Untuk mewujudkan semuanya ini Bupati Padangpariaman Ali Mukhni mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung program dan rencana pembangunan terpadu di Tarok City sebagai ikon pembangunan nasional. Untuk pembangunan kawasan tersebut pihaknya menyiapkan 697 hektar lahan yg murni merupakan tanah negara.

Ajakan itu ia kemukakan pada acara FGD (Focus Group Discussion – suatu proses pengumpulan informasi suatu masalah tertentu yang sangat spesifik melalui diskusi kelompok, dalam rangka Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Pendidikan Padang Pariaman di Tarok, Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan.2×11 Kayutanam serta Kawasan Pelabuhan Marina Muaro Anai di Nagari Katapiang Kecamatan Batang Anai – bertempat Aula Kantor Bupati, Parit Malintang, Rabu 03-05-2017.

Ali Mukhni menyampaikan rencana peruntukan pada lahan 697 hektar itu. Antara lain untuk Universitas Bisnis Internasional, Universitas Negeri Padang (UNP), Politeknik Negeri Padang, Institut Seni Indonesia (ISI), Institut Agama Islam Syekh Burhanuddin, Rumah Sakit Vertikal serta Gedung Diklat Kejaksaan Agung dan Gedung Diklat Badan Pertanahan Nasional.

Gayung bersambut, Guru Besar Unand Prof Isril Berd menyatakan, program Bupati Ali Mukhni untuk mewujudkan “Tarok City ” sebagai kawasan terpadu pendidikan, kesehatan dan pariwisata serta usaha pengembangan Kawasan Marina di Batang Anai merupakan hal besar yang bisa diwujudkan dan hendaknya dilanjutkan oleh bupati berikutnya yang mampu dan memiliki keinginan kuat seperti bupati sekarang.

Narasumber lain, Prof Dr Malinda Nur yang juga dari Unand mengemukakan, pembangunan di suatu bidang mesti melibatkan berbagai stakeholder dan memperhatikan berbagai aspek lainnya. Mengingat belum ada dokumen rencana tata ruang wilayah (RTRW) pendidikan di Kawasan Tarok , maka harus dicek dulu struktur ruangnya.

“Perlu ada pembangunan berkelanjutan. Mesti ada tindakan preventif pengendalian terhadap eksternalitas, perlu ada pengkajian sistematis. kemudian penyamaan persepsi berbagai pihak termasuk pemerintah dan swasta,” ujarnya.

Sedangkan Prof Syamsul Amar dari UNP menyebutkan, ini merupakan pembangunan jangka panjang sehingga perlu perencanaan pembangunan secara sistematis. Topografi juga mempengaruhi, kajian mengenai fisik wilayah sangat mempengaruhi desain bangunan. Juga perlu perhatian dan kajian geologi.

“Karena banyaknya kajian, maka perlu waktu lebih lama, lebih dari 5 tahun. Perlu efisiensi cost dan benefit. Selain itu, jarak dan lokasi perlu juga menjadi pertimbangan. Perlu ada daya tarik tersendiri untuk membuat mahasiswa betah di sana,” cetus dia.

Amar juga mengingatkan, perlu diperhatikan apakah masyarakat sudah membutuhkan hal tersebut, kebutuhan pengembangan wilayah (dari pemerintah sendiri ) dan dari segi perluasan kesempatan pendidikan.

Hal senada juga diulas Prof Darmawan dari Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH) Unand. Menurutnya, tujuan pembangunan seharusnya untuk kehidupan yang lebih baik dengan memperhatikan lingkungan.

“Perlu juga diperhatikan, apakah pembangunan Tarok City akan berpengaruh pada penurunan kualitas lingkungan hidup?” katanya mempertanyakan.

Sementara itu, Dr Eri Gas Ekaputra dari Unand mengusulkan perlu ada rencana pengembangan bisnis anak nagari untuk kemanfaatan ekonomi dan ekologi. Selain itu, perlu juga pengembangan social entrepreneur.

Secara garis besar semua narasumber menyarankan kajian menyeluruh pembangunan dari berbagai bidang. Di samping itu, perlu perlindungan dari segi hukum supaya program bupati dapat terwujud.

Menyikapi pendapat dan masukan para narasumber, Bupati Ali Mukhni menyatakan terimakasih dan menerima hal itu menjadi bagian untuk penyempurnaan konsep pengembangan Kawasan Terpadu Tarok.
Kegiatan yang diselenggarakan dan difasilitasi oleh Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) itu juga diikuti hingga selesai oleh Sekretaris Daerah Jonpriadi, para kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat dan walinagari. (sgr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas