Ali Mukhni, Pemkab Padang Pariaman Siap Membantu Pengembangan BIM

Penandatanganan Kontrak Pembangunan Terminal BIM anatara PT Angkasa Pura II dengan PT. Waskita Karya

Padang-today.com__Pengembangan pembangunan Bandara Internasional Minang Kabau ‘BIM’, Sumbar, akan dilaksanakan Bulan ini September 2018. Hal ini dibuktikan dengan terwujudnya Penandatanganan Kontrak Pembangunan Terminal BIM anatara PT Angkasa Pura II dengan PT. Waskita Karya.

Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni hadir dan menjadi saksi Penandatanganan Kontrak Pembangunan Terminal ‘BIM’  antara PT. Angkasa Pura II dengan PT. Waskita Karya, Rabu (12/09) menyatakan kegembiraannya karena informasi dari Presiden RI, Joko Widodo ketika peresmian stasiun Kereta Api di BIM beberapa waktu lalu tentang rencana pengembangan fasilitas BIM teralisir pada pertengahan bulan September ini.

“Kami mengucapkan ribuan terima kasih atas kelanjutan pengembangan pembangunan terminal BIM ini,” kata Ali Mukni.

Ia menjelaskan, terkait dengan pengembangan pembangunan BIM tersebut sesuai dengan janji Presiden RI Jokowi, pada saat meresmikan stasiun kereta api BIM bulan Mei lalu. “Sesuai dengan perkataan Bapak Jokowi sewaktu meresmikan stasiun Kereta Api BIM beberapa bulan lalu. Insya Allah janji bapak Jokowi terealisir Bulan September ini,” ujarnya.

Pihak Pemkab Padang Pariaman dalam hal ini, kata dia,  siap membantu pengembangan pembangunan BIM. ” Kami sudah siap dan akan selalu berada di depan jika ada kendala yang dihadapi,” ucapnya tegas disambut tepuk tangan yang hadir.

Bupati yang berpengalaman dalam pekerjaan konstruksi itu menyatakan keyakinannya terhadap mutu pekerjaan PT. Waskita Karya.

“Kalau soal mutu kita tidak ragu lagi dengan Waskita Karya karena sudah berpengalaman dalam berbagai bidang pekerjaan konstruksi. Tidak hanya beroperasi di dalam negeri juga juga di luar negeri,” pujinya.

Pada kesempatan itu, Bupati Ali Mukhni juga meminta bantuan otoritas BIM untuk mengingatkan maskapai penerbangan untuk ikut mengenalkan daerah Kabupaten Padang Pariaman kepada penumpang yang akan turun dari pesawat.

“Kami mohon agar maskapai penerbangan diingatkan untuk memberitahukan kepada penumpang bahwa mereka turun di BIM di wilayah Kabupaten Padang Pariaman bukan di Kota Padang,” harap Ali Mukhni.

Hal ini memang selalu menjadi kegusaran Bupati dua periode itu, karena menurutnya, penumpang pesawat harus diberitahu hal sebenarnya soal wilayah keberadaan BIM yang berada di Kabupaten Padang Pariaman.

“Kalau ada masalah di BIM, Bupati Padang Pariaman yang didemo, tapi kalau nama Kota Padang yang dapat, ini kan nggak fear,” kata Ali Mukhni bercanda.

Sementara itu, Director Of Engineering & Operation PT. Angkasa Pura II, Djoko Murjatmodjo menjelaskan bahwa penandatangan kontrak kerja dilakukan sebagai tanda dimulainya perluasan BIM.

“Sejak dibangun tahun 2005 sampai sekarang, tercatat jumlah penumpang sudah mencapai 4 juta. Selama itu, kita hanya melakukan pengembangan baru sebatas apron, ruang tunggu, dan fasilitas di dalam saja,” jelasnya lagi.

Menurut Djoko, AP2 akan mengembangkan BIM yang sekarang luasnya 22.000 m2 menjadi 49.000 m2 dengan kapasitas menampung penumpang sampai 6 juta orang.

“Sekarang, antara terminal dengan stasiun kereta api belum terhubung, kami berharap dengan perluasan gedung terminal bisa tersambung dg stasiun kereta api,” katanya.

Djoko optimis bahwa pengembangan BIM sesuai dengan pertumbuhan penumpang setiap tahun yang selalu meningkat.

“Di AP2 pertumbuhan penumpang bisa mencapai 13%,” katanya menunutup.

Pada kesempatan yang sama, Director Of Operation I PT. Waskita Karya (Persero) Tbk, Didit Oemar Prihadi menceritakan bagaimana perusahaannya ditunjuk melalui tender sebagai pemenang pembangunan terminal BIM.

“Waskita Karya punya pengalaman yang lama membangun bandara termasuk Bandara Soekarno Hatta. Sehingga kami senang dipercaya menjadi perusahaan pengembang pembangunan BIM ini,” katanya.

Turut hadir dalam penandatangan tersebut, Director Of Engineering & Operation PT. Angkasa Pura II, Djoko Murjatmodjo; Director Of Operation I PT. Waskita Karya (Persero) Tbk, Didit Oemar Prihadi; Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar, Heri Nofiardi.

Selain itu, juga lengkap dihadiri wakil dari seluruh instansi yang berkantor di lingkungan BIM Angkasa Pura II antara lain Otoritas Bandara Wilayah VI Padang; wakil Perum LPPNPI (Airnav) Padang; Kantor Imigrasi BIM; Kantor Bea Cukai BIM; Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas II Padang; Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang; Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu Dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas I Padang; Kantor Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau – Padang Pariaman. (suger)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*