Ali Mukhni, Perlu Pengawasan dan Monitoring Kunjungan Orang Asing di Padangpariaman

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni Periode 2016-2021

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni Periode 2016-2021

Advertisements

Padang-today.com__Pengawasan terhadap aktivitas orang asing di Indonesia salah satu hal urgen dilakukan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA). Hal ini disampaikan Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni pada saat Rakor Tim Pengawasan Orang Asing (PORA), Jum’at 26-08-2016.

“Perlunya pengawasan terhadap orang asing di Padangpariaman. Menyadari kondisi tersebut, Pemkab Padangpariaman melakukan langkah aktif pengawasan dan monitoring orang asing,” ungkap Ali Mukhni saat membuka rakor PORA dengan kantor Imigrasi Padang.

Menurutnya, Keberadaan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Kabupaten Padangpariaman menjadikan Kabupaten Kakao sebagai pintu gerbang orang asing yang datang ke Sumatera Barat melalui jalur udara. Menyadari Kondisi tersebut perlunya pengawasan terhadap aktivitas orang asing di Indonesia, salah satu hal urgen dilakukan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asia (MEA).

“Kita koordinasi dengan seluruh pihak terkait, jika kedatangan mereka ke Sumatera Barat melalui jalur udara, kita pastikan akan melewati wilayah Padangpariaman,” ujarnya saat membuka rakor tim Pengawasan Orang Asing (PORA) dengan kantor Imigrasi Padang.

Dijelaskan, dari pengawasan dan monitoring orang asing di Padangpariaman, tercatat  5 orang WNA yang bekerja di perusahaan yang terletak di kecamatan Batang Anai Padang Pariaman.

“Untuk mengoptimalkan pengawasan orang asing, kita minta agar camat yang ikut tergabung dalam tim pora dapat menyampaikan kepada masyarakat untuk melaporkan informasi keberadaan orang asing ditempat tinggal agar dilakukan pengecekan dan pengawasan,” ulasnya.

Ia melanjutkan, keberadaan orang asing di Indonesia harus diwaspadai, kekuatiran aktivitas orang asing membawa misi khusus dapat mengancam kedaulatan RI seharusnya diimbangi dengan langkah pengawasan.

Selain kekuatiran membawa misi khusus, tambah Ali Mukhni, fenomena serbuan tenaga kerja asing terampil dan upah murah merupakan ancaman serius bagi tenaga kerja lokal. Hal ini harus diantisipasi melalui peningkatan skill tenaga kerja lokal dan akomodasi pemerintah agar lebih mengutamakan tenaga kerja lokal.

Sementara Kepala Kantor Imigrasi Klas I Padang, Esti Wahyuni dan Kasi pengawasan dan penindakan kantor Imigrasi klas I Padang, Indra Sakti mengatakan, masyarakat ataupun manajemen penginapan dan hotel wajib melaporkan keberadaan orang asing yang menggunakan penginapan, jelasnya.

Kemudian, Pelaporan dapat melalui Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA). Kewajiban tersebut harus dilakukan oleh masyarakat ataupun pihak pengelola penginapan dan hotel. Bagi yang tidak melaporkan bisa dikenakan saksi pidana.

“Masyarakat ataupun penyedia jasa penginapan wajib melaporkan keberadaan orang asing melalui aplikasi APOA, bagi yang tidak melaporkan terdapat sanksi,” ujarnya.

Dijelaskan Indra Sakti, Kabupaten Padang Pariaman sebagai kota tujuan wisata harus memiliki cara yang berbeda dalam melakukan pengawasan terhadap wisatawan asing atau mancanegara. Pengawasan yang dilakukan harus didekatkan dengan aspek kepariwisataan yaitu pengawasan dengan senyum.

“Jangan menerapkan pola pengawasan yang menyeramkan, malah takut wisatawan asing datang, namun sebagai kawasan wisata, dapat menerapkan pengawasan senyum. Padangpariaman mengandalkan sektor pariwisata, sehingga pengawasan orang asing dengan pendekatan senyum agar wisatawan asing nyaman berkunjung di Padangpariaman,” katanya.

Pada kesempatan itu, Indra Sakti mengajak seluruh Tim PORA Padangpariaman untuk mengoptimalkan pengawasan selalu melakukan koordinasi dan berbagi informasi dalam pengawasan orang asing ditingkat kabupaten Padangpariaman.

“Wewenang untuk melakukan pengawasan terhadap orang asing ditingkap kabupaten atau kota merupakan pemerintah daerah setempat, namun eksekutornya tetap di Imigrasi,” tandasnya.(suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*