Ali Mukhni, Sejak Tahun 2015 Tidak Ada Lagi Ditemukan Gizi Buruk

Kadis kesehatan Dr Aspinuddin, Kadis Sosial dan Perlindungan Anak Drg. Arman beserta camat dan muspika cek langsung ke rumah asnimar terkait beredarnya isu gizi buruk di media sosial.

Padang-today.com__Bupati Ali Mukhni menegaskan tidak ada lagi ditemukan masyarakat gizi buruk sejak tahun 2015 di Kab. Padang Pariaman. Hal ini disebabkan suksesnya program Padang Pariaman Sehat yang dirintis sejak dua tahun lalu dan sekarang menjadi Pilot Project tingkat nasional.

Menyikapi adanya ditemukan kasus gizi buruk atas nama Keluarga Asnimar di Nagari Balah Aia Timur, Kec. VII Koto, Bupati Ali Mukhni memastikan suatu hal yang keliru. Karena setelah dilakukan cek dan ricek oleh tim terpadu yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Camat Muspika, Wali Nagari dan tokoh masyarakat adanya kesalahpahaman.

“Begitu mendengar adanya pemberitaan mengenai gizi buruk, kapanpun dan dimanapun, hitungan detik kami langsung kroscek lapangan. Khusus di Balah aie timur, tidak ada lagi gizi buruk apalagi katanya tidur ditenda. Ini perlu diluruskan” kata Peraih Penghargaan PWI Sumbar baru-baru ini.

Ia menghimbau supaya tidak terjadi pembohongan publik agar setiap informasi yang diterima tidak ditelan mentah-mentah, alangkah baiknya dikonfirmasi dulu dengan Camat atau Wali Nagari. Hal ini penting karena apabila informasi yang beredar adalah berita bohong atau hoax maka akan menimbulkan keresahan masyarakat.

“Apalagi kita sedang bersemangat karena program Padang Pariaman Sehat diusulkan dalam penilaian Inovasi Publik tahun 2017 oleh Kementerian PAN dan RB” kata Alumnus Harvard Keneddy School di Amerika Serikat itu.

Hal senada juga disampaikan Drs. Asyari, perangkat nagari Balah Aia Timur, dalam akun facebooknya menyatakan bahwa adanya informasi dimedsos maka pihak nagari, Babinkamtibmas, ninik mamak, pemuka maayarakat dan wali korong telah mensurvey langalsung ke TKP, serta mewawancarai secara langsung yang bersangkutan, Asnimar beserta keluarganya. Bahwa berita yang beredar di media sosial tidak sesuai dengan yang sebenarnya. Seperti dikatakan bahwa Asnimar dan anak-anaknya tinggal di sela pohon kelapa. Pondok reot seukuran satu kali dua meter dijadikan tempat tinggal mereka.

“Keadaan sebenarnya Asnimar dan anak-ananknya tinggal di rumah orang tuanya yang masih layak huni. Bahwa pondok seukuran satu kali dua meter hanya digunakan untuk menyimpan barang bekas yang dikumpulkan untuk dijual” tegas Asyari.

Ia berharap partisipasi seluruh masyarakat untuk tidak menanggapi berita yang beredar di media sosial.

Sementara Kadis Kesehatan Dr. Aspinuddin yang turut langsung meninjau ke rumah Asnimar mengatakan bahwa mengatakan bahwa salah satu anak Asnimar mengalami gizi buruk pada tahun 2014 yang lalu. Kemudian dilakukan perawatan intensif dari petugas kesehatan dan bidan desa berubah menjadi gizi baik.

“Gizi buruk itu kejadianny sudah tiga tahun lalu. Saat ini sudah sehat dan terus kami monitor” kata Mantan Direktur RSUD Parit Malintang itu.

Kadia Sosial dan Perlindungan Anak Drg. Arman mengatakan bahwa Asnimar mengalami kesulitan ekonomi karena menghidupi enam orang anak dan tidak punya suami lagi. Oleh karena itu akan diprioritaskan dalam fasilitasi bantuan kesehatan, pendidikan, beras raskin, Baznas dan lainnya.

Ditambahkannya bahwa Pemerintah hadir untuk kesejahteraan masyarakat. Aksi cepat tanggap dari tim terpadu merupakan bukti kepedulian pemerintah dalam program penanggulangan kemiskinan.

“Hari ini bukti negara hadir untuk masyarakat. Ada informasi, Dinas sosial langsung turun cek ke lokasi” kata mantan Kepala BKKBD itu.(sg)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas