Alis Marajo : Khatam Alquran Sudah Tradisi

khatam+2

Limapuluh Kota, PADANGTODAY.com-Khatam Alquran sudah membudaya sejak zaman dulu. Kegiatan religi ini seakan menjadi label. Kalau belum khatam Alquran rasanya belum sempurna. Demikian Bupati Lima Puluh Kota Alis Marajo dalam sambutannya pada acara perayaan Khtama Alquran di Masjid Nurul Huda Jorong Pogang Kenagarian Taeh Bukik Kecamatan Payakumbuh, Selasa (7/10).

“Kalau mau menikah, orang senantiasa bertanya apakah calon pengantinnya sudah khatam atau belum. Sehingga timbul pemikiran khatam itu perlu sekali,”ungkap Alis.

Alis berharap agar masyarakat mempelajari Alquran sesuai perkembangan kepribadian manusia mulai dari kanak-kanak, anak-anak, anak, pra remaja, remaja, pra dewasa dan dewasa. Pada kondisi kanak-kanak diharapkan agar bisa memahami seni baca Alquran dan ketika sudah menjadi anak diharapkan bisa memahami setidak-tidaknya huruf arab aksara Alquran.

“Sedangkan pada saat pra remaja bisa memahami betul ada bagian-bagian penting yang harus diketahui dalam kandungan Alquran,” tutur Bupati.Lebih lanjut Alis mengatakan, pada masa lampau anak umur 6 atau 7 tahun diajarkan menyanyi berbahasa Arab. Sedangkan kini sulit sekali ditemukan anak yang bisa bernyanyi dengan berbahasa Arab tersebut karena anak tidak lagi dikenalkan dengan lagu tersebut.“Ini hendaknya menjadi perhatian kita semua.

Camat dan wali nagari perlu memikirkan bagaimana menunjang kegiatan keagamaan ini,” ujar Bupati sembari mengingatkan khatam bukan berarti berhenti membaca Alquran, tetapi harus terus dilanjutkan dengan seni baca Alquran dan memahami kandungannya.“Melalui Khatam ini kita berharap masyarakat khususnya generasi muda lebih bisa memahami isi Al-Qur’an dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” papar Alis.

Pada kesempatan itu Bupati juga mengharapkan pembelajaran di sekolah-sekolah bukan hanya menyangkut budi pekerti, tetapi juga mempelajari aksara Islam, terjemahan Alquran dan lainnya.Sebelumnya panitia acara Nengsih dalam laporannya menyampaikan khatam yang diikuti oleh 53 anak tersebut merupakan kegiatan yang sangat dirindukan masyarakat Pogang. Sebab, khatam di jorong ini sudah 5 tahun tidak digelar.“Acara ini bisa terlaksana berkat sokongan kelompok Yasin lansia serta bantuan masyarakat. Kami masyarakat Pogang merasa sangat senang dan bangga bisa melaksanakan acara yang sudah 5 tahun tidak terlaksana tersebut,” aku Nenglis. (malin)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*