Amankan Pelajar Cabut, Satpol PP Lakukan Patroli ke Sekolah

Petugas Satpol PP menciduk empat pasangan berseragam sekolah dan berpakaian bebas dalam Patroli Pekat, Selasa (14/6).

Petugas Satpol PP menciduk empat pasangan berseragam sekolah dan berpakaian bebas dalam Patroli Pekat, Selasa (14/6).

Advertisements

Payakumbuh, PADANG-TODAY.com-Guna mengantisipasi pelajar SMP dan SMA/SMK cabut pada jam sekolah, Satpol PP Payakumbuh bersama Polsekta melakukan patroli ke sekolah-sekolah di Payakumbuh. Di setiap sekolah yang dikunjungi, Kasatpol PP Fauzi Firdaus, SP  bersama Kapolsekta AKP Russyirwan, didaulat pihak sekolah memberikan wejangan agar para pelajar di kota ini tidak melakukan pelanggaran, cabut dan main batu domino di warung atau kantin di lingkungan sekolah.

Kasatpol PP Payakumbuh Fauzi Firdaus di Balaikota Bukik Sibaluik, Jum’at (29/7), menginformasikan kegiatan patroli ke sekolah-sekolah itu, bentuk kepedulian Satpol PP untuk mendorong para pelajar di kota ini untuk memelihara dan meningkatkan disiplin belajar. Diharapkannya, mutu pendidikan Payakumbuh ke depan menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya.

Fauzi menambahkan, selain patroli ke sekolah, Satpol PP juga ikut membantu pihak Polantas dan Dinas Perhubungan dalam mengatur arus lalu lintas di lingkungan sekolah yang padat. Kegiatan itu, sebut Fauzi, telah dilakukan sejak beberapa tahun terakhir dan berdampak kepada arus lalu lintas yang tertib, aman dan lancar.

Menurut Fauzi Firdaus, pihaknya akan terus mengawasi pelajar yang cabut pada jam sekolah, Untuk itu, semua lokasi yang dapat mengundang para pelajar menghabiskan waktu, seperti di rumah biliar,  kafe, kantin sekolah, serta warnet akan menjadi titik pantau petugas. Jika ditemukan pelajar yang bolos, semua pelajar tersebut akan diciduk, untuk selanjutnya akan digiring ke Mabes  Satpol PP.

“Setelah ditangkap, mereka bukan dilepas begitu saja, tapi akan diberi ganjaran setimpal, serta dilakukan pembinaan. Mereka baru diizinkan pulang setelah dijemput guru sekolah dan orang tua bersangkutan,” ungkap Fauzi.

Tertibkan Warnet  

Sementara itu,  informasi yang disampaikan sejumlah guru di kota ini masih ada beberapa warnet yang buka 24 jam. Harapan guru dan tokoh masyarakat Payakumbuh, seyogyanya Satpol PP Payakumbuh lebih intensif melakukan patroli dan menegur, serta merekomendasikan agar warnet nakal tersebut dicabut izinnya.

“Keberadaan warnet yang buka 24 jam itu, ditenggarai bakal merusak moral generasi muda. Karena, warnet yang beroperasi hingga larut malam itu, sudah jelas  membebaskan pengguna untuk mengakses situs atau game yang bersifat  negatif,” ujar beberapa orang guru.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*