Ambisi Besar Yang Ingin Dilakukan Menteri Riset Teknologi

ilustrasi

ilustrasi

PADANGTODAY.COM– Ambisi besar yang ingin dilakukan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Muhammad Nasir untuk membuat riset teknologi negeri ini mampu lebih banyak diaplikasikan industri, semakin membara.

Maklum, dikepemimpinanya ini memiliki moto hilirisasi dan komersialisasi hasil-hasil industri harus semakin ditingkatkan lagi. Oleh sebab itu, dirinya memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan sinergi antara hasil riset menjadi inovasi yang mampu diaplikasikan dengan kebutuhan industri.

“Kita harapkan bisa sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPMJN) di tahun 2019 sudah ada 350 inovasi teknologi yang sudah scale up dengan industri,” ujarnya di kantor Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Jakarta, (09/04).

Mantan rektor Universitas Diponegoro (Undip) ini juga mengatakan bahwa jumlah 350 inovasi teknologi itu dipilih dari 12 sampai 14 ribu hasil riset yang dihasilkan peneliti yang benar-benar dibutuhkan atau bisa bersinergi dengan industri. Di sisi lain, untuk lebih mengembangkan riset teknologi ini, dirinya mengakui akan lebih menggenjot kampus-kampus untuk meriset hal-hal yang sedang dibutuhkan oleh industri. “Akan diarahkannya seperti itu,” singkat pria kelahiran Ngawi, Jawa Timur ini.

Kendati begitu, Nasir juga telah menyiapkan Dirjen baru untuk mendukung impiannya ini, yakni Dirjen Penguatan Inovasi. Menurutnya, Dirjen Penguatan Inovasi ini memiliki tanggung jawab mensinergikan antara hasil penelitian dengan industri. “Fungsinya menghubungkan antara hasil penelitian dengan dunia usaha. Atau mencari informasi dunia usaha ingin meriset apa,” tutupnya.

(ega/uil)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*