Anak Bunuh Orang Tua Kandungnya Sendiri

Ibu rumah tangga (IRT) Rawinah (70) warga durian Parit, Koto Bangko, Nagari Sungai Sirah, Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padangpariaman, Sumbar, tewas dibunuh anak kandung sendiri, Senin 06-03-2017

Padang-today.com__Ibu rumah tangga (IRT) Rawinah (70) warga durian Parit, Koto Bangko, Nagari Sungai Sirah, Kuranji Hulu, Kecamatan Sungai Geringging, Kabupaten Padangpariaman, Sumbar, tewas dibunuh anak kandung sendiri, Senin 06-03-2017 sekitar pukul 08.30 WIB ditemukan masyarakat terkapar bersimbah darah di halaman rumahnya. Korban ditemukan tewas dalam kepala belakang mengeluarkan darah.

Menurut pantauan dilapangan korban diduga habis dipukul dengan sepotong kayu balok oleh anaknya, Rusati (45) swasta masih satu tempat tinggal dengan korban, pada bagian kepala belakangnya, karena persoalan meminta uang.
Korban pertama kali ditemukan saksi  Syamsiwar (56) dan Alberto Andrian (38) dalam kondisi tewas di lokasi kejadian. Ke dua orang saksi warga setempat dan masih famili korban.

Tersangka sebelumnya, juga telah pernah melakukan tindakan pembunuhan pada tahun 2006 yang lalu kepada korban Monten.  Namun, karena saat itu korban mengalami gangguan jiwa dan langsung dirawat di RSJ HB Sanin Padang. Hingga berita ini diturunkan kasus anak nekat membunuh  ibu kandungnya itu telah ditangani Jajaran Polres Pariaman untuk proses lebih jauhnya.

Kapolres Pariaman AKBP Ricko Junaldi SIK dan Kapolsek Sungai Geringging AKP Rachmat yang ditemui  di lokasi kejadian, kemarin, menyatakan, tersangka yang notabene adalah anak kandung korban, sekarang telah kita ikat untuk diamankan.

“Kita sekarang lagi memeriksa saksi-saksi untuk pengembangan kasus lebih jauhnya,” ungkap Kapolres Ricko Junaldi.

Katanya, kasus ini berawal saat tersangka   meminta uang kepada korban,  sebanyak Rp 2 juta. Namun, korban hanya memberi Rp 1,5 juta. Akibatnya, terjadi percecokan antara ibu dan anak tersebut. Meski begitu tersangka tetap mengambil uang tersebut.  Akan tetapi, tersangka perang mulut dengan korban, akibatnya, terjadi pertengkaran. Pertengkaran itu sempat disaksikan saksi Syamsiwar dan Alberto Andrian.

Melihat kondisi demikian ke dua orang saksi takut dan langsung memberitahukan kepada masyarakat setempat, karena takut melihat pertengkaran ibu dan anak yang baru pulang dari rumah sakit jiwa. Tanpa membuang waktu dua orang saksi langsung memberitahukan kepada masyarakat sekitar. Celakanya, saat dua orang saksi kembali bersama masyarakat ke rumah korban lanjutnya, ternyata korban telah terkapar bersimbah darah.

Berat dugaan saksi dan masyarakat, korban telah dibunuh tersangka dengan sepotong kayu balok yang dipukulan pelaku kepada kepala bagian belakang ibunya. Melihat kondisi demikian masyarakat langsung mencari tersangka dan ditemukan di sekitar rumahnya. Setelah ditemukan tersangka langsung diikat untuk diserahkan kepada pihak berwajib. Namun saat tersangka sempat mendapat pukulan masa. Namun, petugas Polsek Sungai Geringging langsung sampai di lokasi dan tersangka berhasil diikat.

Korban yang ditemukan dalam kondisi bersimbah darah langsung dilarikan masyarakat dan petugas  ke RSUD Pariaman untuk diambil visum dan aoutopsinya.  Korban  saat ditemukan dari  telinganya mengeluarkan darah dan juga kepala bagian belakang mengeluarkan darah segar.

“Sekarang tersangka telah kita amankan, namun kejiwaannya perlu diperiksa tim medis rumah sakit jiwa dan belum dikenakan pasal. Apalagi sebelumnya tahun 2006, tersangka pernah membunuh urang sumando dalam kampungnya, Monten (56). Saat itu tersangka dilarikan masyarakat dan petugas ke RSJ HB Sanin Padang untuk menjalani pengobatan sakit jiwanya,” ungkapnya.

Katanya, dari tahun 2006 tersangka menjalani pengobatan kejiawaannya di RSJ HB Sanin Padang. Namun pada tahun 2013 keluar dari rumah sakit . Akibatnya, sekarang terjadi kasus pembunuhan kepada keluarganya. Namun, sebelum tersangka ditangkap sempat dihajar masyarakat sekitar. “Sekarang tersangka dibawa ke RSJ HB Sanin Padang untuk pemeriksaan kejiawannya,” tandasnya mengakhiri.(tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas