Anak Nelayan Pengidap Hydrofil

 

PADANG, PADANGTODAY.com-Bekerja sebagai nelayan, tak cukup membantu Asrel (53) menjanjikan kesehatan untuk buah hatinya. Penghasilan sehari-hari menangkap ikan di Bungus, Teluk Kabung Selatan tak memadai untuk ia bisa mengobati penyakit yang diderita putranya, Lulfajri (3,5).

Fajri menderita Hydrofil (Hernia-red) semenjak usia tujuh bulan. Semenjak menderita Hernia, Fajri seringkali sakit dan kejang-kejang. Jika sudah begitu Asrel dan Adisna hanya bisa panik dan pasrah.

Baru lima bulan terakhir Asrel dan istrinya, Adisna (39), melakukan pengobatan intensif terhadap Fajri. Pihak Rumah Sakit M. Djamil tempat ia merujuk putra bungsunya berobat, memberikan rawat jalan berupa suntikan khusus setiap bulannya untuk Fajri.

“Fajri harus disuntik setiap bulan, yang mahal itu harga obat suntiknya jutaan. saya bingung cari biayanya darimana,”ungkap Adisna lirih.

Suntik khusus ini memakan biaya yang tidak sedikit. Sekali suntik memakan biaya 1,6 juta rupiah. Minimalnya, mereka harus mengeluarkan biaya sebesar satu juta untuk pengobatan Fajri. Sebagian biayanya, yakni sebesar 600 ribu telah ditanggung oleh BPJS.

Pekerjaan Asrel sebagai nelayan cukup untuk biaya kehidupan sehari-hari pasangan suami istri yang dikaruniai empat orang anak ini. Namun, untuk pengobatan intensif bagi Fajri,mereka merasa cukup kewalahan mendapatkan sumber dana.

Saat ini, mereka baru bisa menyanggupi dua kali penyuntikan untuk Fajri. Itupun dana yang didapatkan dari bantuan masyarakat sekitar. Untuk selanjutnya mereka vakum, dan berusaha mencari alternatif dana.

Pada Kamis (2/4) lalu, Adisna, datang ke Graha Kemandirian Dompet Dhuafa Singgalang untuk mengajukan bantuan. Kedatangan Adisna mendapat sambutan positif dari Bendahara Dompet Dhuafa Singgalang, Fera Zora.

“Kami membuka donasi khusus setiap mustahik yang mengajukan bantuan kesehatan. Karena dana yang dihimpun lewat donasi biasa akan kami bagi-bagi lagi kepada mustahik lain yang juga membutuhkan. Seperti sebelumnya kasus Jingga, balita yang mengalami Jantung bocor, Alhamdulillah, berkat donasi khusus yang dibuka, Jingga kini tengah mendapat perawatan di Jakarta,” Ungkap Fera.

Pembukaan donasi khusus oleh Dompet Dhuafa Singgalang memang memberi pengaruh besar bagi kemaslahatan mustahik, karena donasi langsung bisa diterima manfaatnya.

Saat ini, Dompet Dhuafa Singgalan sedang membuka donasi untuk Fajri. Para donatur dapat menghubungi Layanan Antar Jemput Donasi yang merupakan kemudahan bagi donatur yang ingin berbagi.

Layanan ini berlaku bagi daerah Padang dan sekitarnya dengan menghubungi 0751 40098 dan 08126723333. Atau dapat juga melalui Rekening BNI Syariah di nomor 234.666.666.6 atas nama Dompet Dhuafa Singgalang dan melakukan konfirmasi lewat nomor telpon ataupun nomor handphone yang tercantum di atas. (nisa)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*