Anggota DPRD, H Fitrial Bachri; Anak Nagori Aiatobik, Kembali ke Surau

Fitrial Bachri berfoto bersama pengurus wirid pengajian anak nagori Aiatobik disurau Darek Balai Jariang Aiatobik.

Fitrial Bachri berfoto bersama pengurus wirid pengajian anak nagori Aiatobik disurau Darek Balai Jariang Aiatobik.

Advertisements

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Sejumlah tokoh masyarakat Balaijoriang Aiatobik menggelar pengajian wirid agama di setiap musala dan masjid yang ada dalam kenagarian Aiatobik. 10 musala dan masjid yang sejak setahun terakhir, telah kembali menghidupkan kegiatan keagamaan di surau.

Setiap malam Jumat, kegiatan itu dikumpulkan dalam satu tempat. Hampir semua anak nagori hadir untuk mendengarkan ceramah agama. Namun yang paling penting dalam kegiatan itu sesungguhnya adalah, meningkatkan jalinan silaturahmi anak kemanakan se-kenagrian Aiatobik,” kata H Fitrial Bachri, tokoh masyarakat yang Ketua Komisi A DPRD Payakumbuh sekaligus perintis kegiatan mingguan itu.

Seperti yang terlihat pada wirid serupa malam Jumat lalu, dihadirkan penceramah, Buya Zuldaswar, Kepala Seksi Haji dan Umroh Kantor Kementrian Agama Payakumbuh. Juga terlihat hadir dalam kesempatan itu, Ketua DPRD Payakumbuh, YB Dt Permato Alam, Camat Payakumbuh Timur, Kefrinadi dan sejumlah tokoh masyarakat  setempat.

Menurut Fitrial yang juga Ketua Komisi A DPRD Payakumbuh itu, kegiatan yang dibungkus dalam sebuah organisasi Forum Komunikasi Surau dan Masjid (FKSM) itu, sedianya memancing semangat kembali ka surau yang dulu menjadi trademark-nya masyarakat Minangkabau.

”Selain kegiatan keagamaan yang sudah jalan, nantinya, kita akan kembangkan kegiatan pada bidang pendidikan, ekonomi, sosial dan kemasyarakatan. Kita akan adakan pelatihan cara memandikan dan menyelenggarakan jenazah. Selain itu dalam bidang ekonomi, kita juga akan menumbuhkan perekonomian masyarakat. Caranya, harus dimulai dengan melancarkan komunikasi dulu. Dengan sama hadir dalam setiap wirid pengajian, maka besar harapan kita, seluruh rangkaian kegiatan itu  akan bermuara kepada peningkatkan kesejahteraan  masyarakat secara umum,” harap mantan Camat Kebayoran Baru DKI Jakarta itu.

Disisi lain, Ketua DPRD mengakui, apa yang dilakukan anak nagori Aiatobik, adalah bukti, masih tingginya rasa keagamaan ditengah masyarakat. Sisi positif yang lain dapat diambil, kata YB Dt Permato Alam, adalah apapun persoalan yang akan direncanakan dan apa yang telah terjadi, dapat didiskusikan.

Kok alah acok basuo-suo ko, ndak ado nan ndak ka mungkin (jika telah sering bertemu, tidak ada kegiatan yang tidak akan mungkin dikerjakan),” kata Ketua KAN Auakuniang itu.

Dalam kesempatan itu, Ketua DPRD itu juga bakal menjadikan kegiatan FKSM itu sebagai percontohan.

”Kita akan tawarkan kepada pemerintah kota Payakumbuh, agar kegiatan keagamaan berupa wirid pengajian diaktifkan kembali disetiap surau dan masjid. Sehingga dengan cara itu, mudah-mudahan dapat mengurangi angka kemaksiatan dan meningkatkan pemahaman keagamaan ditengah masyarakat,” harapnya.

Buya Zuldaswar malam itu dalam pengajiannya, memperingati anggota wirid, agar tidak dengan mudahnya mengucapkan kata sumpah dalam kehidupan sehari-hari. Ia mencontohkan, seseorang yang telah menyatakan sumpahnya tidak akan makan buah durian, karena pernah sakit. Lalu pada waktu lain ia mengingkari sumpahnya itu, maka harus dibayar dendanya.

”Jika kita melanggar sumpah, maka kita harus bayar denda, beri makan 10 orang miskin, atau beri pakaian 10 orang miskin, atau jika masih belum mampu, berpuasa tiga hari. Maka bayangkan, apa yang mesti dilakukan pejabat-pejabat yang mengucapkan sumpah jabatannya, tapi masih melanggar sumpahnya sendiri. Karena itu, dapat kita lihat bukti sangsi dari Allah, banyak mantan  pejabat yang hidupnya tidak selesai. Itu barangkali adalah peringatan dari Tuhan, agar kita jangan seenaknya mengucapkan dan sampai melanggar sumpah,” sebut Buya yang murah senyum itu.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*