Anggota DPRD Wulan Denura: Tidak Hanya Berkebaya, Layaknya Kartini

Wulan Denura, S.ST

Wulan Denura, S.ST

Payakumbuh, PADANGTODAY.com-Di era modern sekarang ini istilah emansipasi dan kesetaraan gender sudah tidak asing lagi, tapi walau bagaimanapun sampai saat ini kesetaraan Gender di Indonesia masih menjadi perbincangan hangat, selalu menimbulkan perdebatan, karna setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda, tentang apa itu gender.

Demikian diungkapkan Wulan Denura, S.ST salah seorang anggota DPRD Kota Payakumbuh dari kaum perempuan, dalam rangka menyambut hari Kartini, yang menyebutkan peranan wanita sangat mempengaruhi disegala bidang, baik itu dibidang pendidikan, politik, ekonomi, sosial dan budaya.

Peranan perempuan sangatlah besar, sebagai contoh misalnya saja didunia politik saat sekarang ini telah melibatkan 30% keterwakilan perempuan, hal ini dapat kita artikan bahwasanya perempuan di Indonesia sangat berperan untuk memajukan bangsa dan negara melalui Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh perempuan indonesia.

Raden Ajeng Kartini yang melegenda melalui peranannya memperjuangkan hak-hak perempuan seperti hak mendapatakan pendidikan yang dituangkan dalam kutipan bukunya “Habis Gelap Terbitlah Terang” yang berhasil membawa istilah emansipasi sampai era globalisasi ini, memberikan pelajaran yang sangat berharga untuk perempuan-perempuan Indonesia.

Dimana perjuangan yang tanpa kenal lelah dan jasa yang akan terus dikenang dapat dicontoh untuk terus menegakkan keberanian untuk kebenaran, mengoptimalkan SDM yang ada untuk dapat terus membela hak-hak perempuan, berani untuk mengeluarkan pendapat, maju membela kebenaran.

Dijelaskan oleh buah hari Nur Akmal, wartawan senior Kota Payakumbuh dan kabupaten Limapuluh Kota itu, hari lahirnya R.A Kartini diperingati sebagai hari Kartini, yang telah menjadi tradisi kebanyakan instansi untuk memakai kebaya pada hari tersebut, untuk mengenang R.A Kartini.

Alumi Stikes Fort Dekock Bukittinggi tahun 2014 itu, mengharapkan agar bangsa kita mempunyai Kartini-kartini baru yang akan memperjuangkan hak-hak perempuan tanpa menghiraukan kewajiban perempuan itu sendiri.

Dalam kata lain, bahwa emansipasi itu sendiri adalah memberikan hak yang sepatutnya diberikan kepada orang atau sekumpulan orang di mana hak tersebut sebelumnya dirampas atau diabaikan dari mereka.

Dimana refleksi emansipasi yang diperjuangkan oleh Raden Ajeng Kartini adalah untuk membawa perubahan besar kepada perempuan Indonesia, yaitu perjuangan menuntut hak pendidikan bagi perempuan. Karena kita ketahui bahwa di zaman dahulu, pendidikan bagi perempuan ataupun kaum pribumi adalah hal yang sangat tabu dan sangat susah untuk dicapai.

“Hendaknya, sebut istri Maharusaman ini, kaum perempuan jangan hanya berkebaya layaknya Kartini saja, tapi semangat nasionalisme yang dimiliki oleh R.A Kartini sepatutnya dapat kita tiru dan dan terus diwarisi oleh anak cucu perempuan Indonesia,“ ujar anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Payakumbuh itu.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas