Antisipasi Bencana, BPBD Agam Gelar Simulasi Tsunami di Tiku

Simulasi BPBD Agam.

Simulasi BPBD Agam.

AGAM, PADANGTODAY.com-Minggu (28/12) siang tiba-tiba gempa dengan kekuatan besar terjadi. Warga yang tingga di sepanjang bibir pantai berhamburan keluar rumah dan berlari sekencang mungkin ke tempat yang lebih aman untuk menghindari jika bencana tsunami melanda.

Kepanikan warga pesisir pantai Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara tersebut adalah bagian dari simulasi penanganan bencana gempa dan tsunami yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten Agam yang bekerjasama dengan pihak jamari Sakato.

Kegiatan simulasi bencana tsunami yang digelar itu, diikuti oleh ratusa warga jorong Pasie Paneh dan jorong Pasie Tiku, serta melibatkan pihak BPBD Agam juga menggandeng beberapa instansi terkait, seperti Camat Tanjung Mutiara, Puskesmas Tiku, PMI Agam, Polri serta anggota Kelompok Siaga Bencana (KSB).

Simulasi digelar dengan menyuruh warga berlarian ketika gempa terjadi, pada saat sirine mengaung, seluruh warga yang dibantu kelompok KSB diarahkan untuk berlarian ke tempat evakuasi yang jauh dari bibir pantai. Dengan menggunakan mobil, becak dan sepeda motor, masyarakat yang lanjut usia dan anak-anak kemudian diangkut menuju tempat evakuasi, setelahitu tim BPBD Agam menuju lokasi pantai Tiku dan melakukan penyisiran di sepanjang pantai dengan menggunakan satu unit perahu karet untuk menyelamatkan warga yang hanyut dilaut. Petugas BPBD yang menggunakan perahu kemudian menyelamatkan 3 orang yang ditemukan mengapung dilaut kemudian langsug dievakuasi untuk dibawa ke posko evakuasi dan diberikan pengobatan.

menurut panitia penyelenggara simulasi dari BPBD Agam, Denny, kegiatan ini digelar untuk melatih warga agar benar-benar siap dalam menghadapi segala bentuk bencana yang sewaktu-waktu dapat terjadi.

“Untuk simulasi kali ini, kita gelar di Jorong Pasie Paneg karena letak wilayahnya yang mendekati pantai, dan warga banyak bermukim disana, untuk itu kita melatih warga agar benar-benar siap dalam menghadapi bencana seperti gempa dan tsunami, dan lebih mengintensifkan jalur evakuasi tsunami yang telah ada diwilayah ini” ujar Denny.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Agam Bambang Warsito mengharapkan, agar kegiatan ini bisa menjadi tuntunan bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang pantai Tanjung Mutiara. Untuk kedepannya, pihak BPBD akan terus memprioritaskan wilayah Tanjung Mutiara untuk berbagai simulasi kebencanaan gempa dan tsunami.

“Wilayah pesisir pantai yang banyak penduduknya seperti di Tiku ini, menjadi prioritas kita untuk kegiatan simulasi tsunami, karena apabila bencana terjadi, wilayah bibir pantailah yang pertama kali dhempas gelombang tsunami. Untuk itu kita persiapankan warga kita yang tinggal di pesisir pantai agar benar-benar siap menghadapi bencana gempa dan tsunami, dan mengetahui jalur-jalur evakuasi yang telah disiapkan, sehingga dampak dari bencana bisa di minimalisir” tukas Bambang Warsito.(martunis)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*