Antisipasi Kecurangan, Bawaslu Payakumbuh Lakukan Patroli

     Padang-today.com –  Bawaslu Kota Payakumbuh bakal mengadakan patroli pengawasan Pemilu menjelang pencoblosan 17 April 2019.

“Guna antisipasi kecurangan, Bawaslu Payakumbuh pada masa tenang akan melakukan patroli mulai 14-16 April 2019,”kata Ketua Bawaslu Payakumbuh, Khadafi di Payakumbuh.

    Ia menjelaskan, masa tentang merupakan salah satu fase krusial dalam belaksanaan pemilu yang akan menguji integritas seluruh elemen bangsa termasuk didalamnya Bawaslu dan Peserta Pemilu.

Berdasarkan pengalaman kita baik pada agenda pemilihan kepala daerah maupun agenda pemilu sebelumnya, masa tenang cenderung diwarnai dengan praktik praktik kecurangan: politik uang, propaganda Isu SARA, Penyebaran Berita Bohong untuk saling menjatuhkan diantara sesama peserta, bahkan tak jarang terjadi benturan kekerasan antar massa pendukung peserta pemilu. praktik praktik  seperti itu tentu mengancam keutuhan bangsa.

     “Salah satu persoalan klasik lainnya yang sering kita hadapi di setiap penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan, yaitu kecenderungan peserta dan calon menggunakan segala cara untuk memenangkan kontestasi politik, termasuk melibatkan uang dalam jumlah yang tidak rasional untuk memengaruhi pilihan masyarakat pemilih,”jelas Khadafi.

    Khadafi menambahkan, seluruh jajaran pengawas pemilu bersama-sama dengan masyarakat kita tolak dan lawan politik uang, demi pemilu yang bersih, berintegritas dan bermartabat.

Politik uang jelas-jelas melecehkan kecerdasan pemilih, merusak tatanan demokrasi serta meruntuhkan harkat dan martabat kemanusiaan.

“Jika ini masih terjadi akan merugikan bagi peserta pemilu,”tegas Khadafi.

Ia menyatakan, patroli masa tenana kita tidak sekadar melakukan pengawasan tetapi sekaligus menjadikan momentum ini sebagai kesempatan untuk mengedukasi masyarakat Indonesia, sebab pemilu bukanlah sekadar kontestasi politik dan sirkulasi elit, namun lebih dari itu merupakan dialektika yang menempatkan anak bangsa sebagai subjek dalam ruang pemaknaan demokrasi yang nyata dan kontekstual.

    “Patroli masa tenang akan menjadi daya dorong bagi seluruh warga negara pemilik hak pilih yang sadar dan menjunjung tinggi akan hak dan kewajibannya, saling menghormati, saling menghargai,”kata dia.(dg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas