APBD Lima Puluh Kota Masih Didominasi dari Dana Perimbangan

Rapat Paripurna DPRD Tentang Penyampaian Nota Keuangan RAPBD 2017

Rapat Paripurna DPRD Tentang Penyampaian Nota Keuangan RAPBD 2017

Advertisements

Lima Puluh Kota, PADANG-TODAY.com-DPRD kabupaten Lima Puluh Kota, kembali menggelar rapat paripurna, kali iniparipurna tentang penyampaian nota keuangan rencana APBD tahun 2017, disampaikan bupati Irfendi Arbi, bertempat di aula DPRD setempat, Selasa (8/11).

Rapat paripurna DPRD ke-26 itu, dipimpin wakil ketua DPRD Sastri Andiko Dt. Putiah dan DeniAsra, dihadiri anggota DPRD, para SKPD, muspida, Sekdakab H. Yendri Tomas, sekwan Desri dan undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu, Bupati Irfendi Arbi, menyampaikan, penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Kabupaten Lima Puluh Kota tahun anggaran 2017, merupakan suatu pedoman pelaksanaan fungsi-fungsi pemerintah daerah selama satu tahun anggaran.

Rencana kegiatan dan keuangan pemerintah daerah,untuk melaksanakan kewenangan penyelenggaraan pelayanan umum,dan pembangunan yang telah disusun melalui proses mekanisme diawali dengan KebijakanUmum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS), yang telah disepakati bersama antara pemerintah daerah dan DPRD beberapa waktu yang lalu.

Berdasarkan kondisi internal dan kondisi eksternal kabupaten Lima Puluh Kota,serta melihat perkembangan perekonomian dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan. Makaprioritas yang ditetapkan dapat membawa daerah untuk mencapai percepatan pertumbuhan ekonomi,dana akan terus diupayakan dengan mengembangkan pertumbuhan sektor-sektor ekonomi dominan.

Pertumbuhan ekonomi dengan percepatan yang lebih tinggi, terjaganya stabilitas ekonomi makro dan pembenahan yang sungguh-sungguh pada sektor riil, diharapkan dapat mendorong peningkatan investasi dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dengan fokus utama untuk menurunkan tingkat pengangguran, kemiskinan dan lainnya sebagainya.

“Maksud dan tujuan penyusunan nota keuangan adalah agar pemerintah daerah dapat memberikan penjelasan berkenaan dengan dan atau kegiatan, termasuk kebijakan yang menjadi landasannya yang tercakup dalam setiap kelompok pendapatan daerah, belanja daerah dan pembiayaan, “sebutBupatiIrfendiArbi.

Dijelaskan Bupati Irfendi Arbi, pengelolaan keuangan daerah, ditujukan untuk mengoptimalkan pendapatan daerah, mengalokasikan belanja daerah secara efektif dan efisien serta mengalokasikan dana pada pembiayaan untuk menutup defisit anggaran.

Pendapatan daerah terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan dan lain-lain pendapatan daerah yang sah. Dari ketiga sumber pendapatan daerah ini, kontribusi yang terbesar untuk kabupaten Lima Puluh Kota berasal dari dana perimbangan yang terdiri dari bagi hasil pajak dan bukan pajak, Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus.

Dalam rangka menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat sangat dipengaruhi oleh kemampuan daerah untuk mengoptimalkan pendapatan daerah.

Secara umum anggaran pendapatan dan belanja daerah kabupaten Lima Puluh Kota masih didominasi dari pendapatan yang berasal dari pemerintah pusat. Namun demikian daerah dapat lebih mengintensifkan PAD.

Dalam pengelolaan pendapatan khususnya PAD beberapa permasalahan yang ditemui antara lain, masih rendahnya konstribusi PAD terhadap total anggaran pendapatan, belum tergalinya semua potensi penerimaan daerah. Belum optimalnya koordinasi dan evaluasi terhadap penerimaan pajak dan retribusi daerah dan masih kurangnya sarana dan prasarana pelayanan pajak dan retribusi daerah.

Pada tahun 2017 pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp1.248.490.448.686, terdiri dari PAD direncanakan sebesar Rp74.031.567.000. Dana perimbangan ditargetkan sebesar Rp1.082.889.080.534. Pendapatan daerah yang sah ditargetkan sebesar Rp91.569.801.152.

Dari estimasi tersebut kita memperoleh gambaran, sumber pendapatan daerah kita masih tergantung pada pendapatan yang berasal dari dana perimbangan.Upaya yang akan dilakukan pemerintah daerah untuk mencapai target pendapatan tahun 2017, dilakukan melalui penyempurnaan sistem dan prosedur administrasi serta efisiensi penggunaan anggaran daerah.

“Berdasarkan kebijakan-kebijakan tersebut, maka diharapkan pada tahun 2017, akan terjadi peningkatan PAD sehingga target pendapatan dapat dicapai untuk membiayai kegiatan pemerintah daerah, “sebut Bupati Irfendi Arbi.

Belanja daerah pada tahun 2017 ini, direncanakan sebesar Rp1.318.229.331.636,yang dirinci dalam dua kelompok belanja yaitu belanja tidak langsung sebesar Rp832.909.588.629, dan belanja langsung sebesarRp485.319.743.007.

Dari kelompok belanja tak langsung dirinci dalam jenis belanja pegawai sebesar Rp. 690.535.877.239, belanja hibah sebesar Rp2.413.100.000, belanja bantuan sosial sebesar Rp1.380.900.000, belanja bagi hasil kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintah desa sebesar Rp2.149.621.390, dan belanja bantuan keuangan kepada provinsi/kabupaten/kota, pemerintah desa dan Partai Politik sebesar Rp133.230.090.000, serta belanja tak terduga sebesar Rp4.200.000.000, dari total belanjadaerah.

Sedangkan untuk kelompok belanja langsung,dirinci dalam tiga jenis belanja yaitubelanja pegawai sebesar Rp37.002.369.985, belanja barang dan jasa sebesar Rp251.727.953.045, serta belanja modal sebesar Rp196.589.419.977, dari total belanja.

“Pembiayaan yang digunakan untuk menutup defisit anggaran atau untuk memanfaatkan surplus anggaran. Pada rancangan APBD tahun 2017, diperkirakan mengalami defisit sebesar Rp69.738.882.950 dan bisa ditutup oleh penerimaan pembiayaan,” ujar Bupati.

Sementara itu, wakil ketua DPRD Lima Puluh Kota Sastri Andiko Dt. Putiah, menyebutkan, garis-garis besar RAPBD tahun anggaran 2017 yang disampaikan Bupati Irfendi Arbi merupakan rencana kerja pemerintah kabupaten Lima Puluh Kota kedepannya.

“Kita semuaberharap semoga rancangan peraturan daerah tentang anggaran pendapatan dan belanja daerah Kabupaten Lima Puluh Kota tahun anggaran 2017 yang disampaikan kepala daerah ini dapat segera disetujui untuk selanjutnya ditetapkan menjadi Perda,” ujarnya.(rel/Dodi Syahputra)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*