Apel Impor di Payakumbuh Negatif dari Bakteri Listeria

Ka Kantor Ketapang Payakumbuh Antoni Jaya memperlihatkan buah apel yang negatif mengandung bakteri berbahaya

Ka Kantor Ketapang Payakumbuh Antoni Jaya memperlihatkan buah apel yang negatif mengandung bakteri berbahaya

Advertisements

Payakumbuh, PADANGTODAY.com–Heboh soal bakteri listeria monocytogenes yang terdapat dalam apel impor dari Amerika, ternyata di Payakumbuh boleh dinyatakan aman. Berdasarkan hasil uji laboratarium yang dilakukan Kantor Ketahanan Pangan Payakumbuh di Laboratorium Mikrobiologi di Badan POM RI, di Padang, sampel yang dilakukan bebas dari bakteri tersebut. Surat hasil labor Badan POM RI itu, baru diterima pemko, Jum’at (27/2).

Kepala Kantor Ketahanan Pangan Payakumbuh Antoni Jaya, M.Si, bersama Kasi Penganekaragaman Kosumsi Pangan Ir. Anthony, di Balaikota Payakumbuh, Senin (2/3), menginformasikan, sampel apel yang dibawa ke Badan POM itu, jenis apel  granny smith (warna hijau) dan apel merah condrad & Adams. Kedua jenis apel itu banyak beredar di Payakumbuh, dan sempat ditarik dari pasaran, awal Februari lalu. Hingga sekarang kedua jenis apel tidak beredar.

Walau begitu, meski apel impor itu dinyatakan bebas  bakteri listeria, tapi masyarakat tetap diimbau untuk lebih banyak mengkosumsi pangan lokal.  Kepala Ketahanan Pangan Antoni mengajak masyarakat, akan lebih  baik mengkosumsi buah-buah yang diproduksi daerah sendiri, seperti alpukat, pisang, manggis, jeruk, mangga dan sirsak. Menurut Anthony, vitamin dan mineral apel tidak lebih dengan buah-buahan lokal kita, tegasnya.

Anthony juga mengemukakan,  Walikota Payakumbuh Riza Falepi juga telah mengeluarkan edaran, tentang Gerakan Kosumsi Pangan Lokal (GKPL). Dalam edaran itu, warga diimbau untuk mengkonsumsi bahan pangan lokal non beras non terigu. Membudayakan sarapan pagi tanpa makan  nasi atau beras dan terigu. Kemudian,  menggantinya dengan ubi-ubian, sayur dan  buah-buah yang tersedia di lingkungan sendiri.

Dalam setiap rapat-rapat, baik di jajaran pemko dan rapat di tengah masyarakat, seyogianya menggunakan makanan, sayuran dan buah-buahan hasil tanaman lokal. Penganan ubi-ubian, katanya, akan lebih baik ketimbang makanan yang terbuat dari terigu. Sagu dan ubian-ubian, jika diolah dengan baik, akan terasa nikmat dan tak kalah dari rotian-rotian, katanya.(mnc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*