Api Boleh Membakar Habis Rumahku, Tapi Tidak Menurunkan Semangatku Bersekolah “Agung Anak Berprestasi Korban Kebakaran”

Kondisi Agung(tengah) dan Aidin(kanan) saat di evakuasi ke Graha Kemandirian Dompet Dhuafa Singgalang, tak sanggup melahap makanan.

Kondisi Agung(tengah) dan Aidin(kanan) saat di evakuasi ke Graha Kemandirian Dompet Dhuafa Singgalang, tak sanggup melahap makanan.

Advertisements

PADANG, PADANGTODAY.com-Cuaca sore, Rabu (25/2), cukup cerah dan terik. Agung Muhammad (15) saat itu dalam perjalan pulang dari sekolah menuju rumahnya. Rumah yang hanya berbentuk gubuk dekat tong sampah pinggir laut Purus. Bertempat di Jl.Samudra Padang, rumah itu ia huni berdua dengan sang ayah.

Sejak kedua orangtuanya bercerai, Agung ikut dengan ayahnya, Aidin (43). Sedangkan ibunya memutuskan pergi merantau membawa adiknya ke ibukota.

Dalam perjalanan pulang itu, dari kejauhan Agung melihat titik api yang menyala dari belakang rumahnya. Spontan, Agung menghambur menuju rumah. Nampak api telah menjilati dinding rumahnya yang terbuat dari kayu. Sementara sang ayah yang sedang melukis di depan rumah sama sekali tidak menyadari itu.

Dengan segera, Agung membawa ayahnya keluar. Ayah berhasil diselamatkan, Agung teringat buku-buku pelajaran yang masih terjebak di dalam rumah. Ia menerobos masuk mencoba menyelamatkan perlengkapan sekolah. Hanya sedikit buku yang selamat. Api berhasil melalap habis rumah tempat mereka berteduh. Agung sendiri mendapati sebagian rambutnya terbakar karena nekat menerobos api.

Kabar tersebut dengan segera sampai ke Graha Kemandirian Dompet Dhuafa. Meski waktu telah menunjukkan pukul lima sore (jam pulang kerja-red), Tim Dompet Dhuafa yang mendapat kabar duka tersebut langsung menuju TKP. Agung dan ayahnya langsung diboyong ke Graha Dompet Duafha Singgalang untuk mendapat perawatan.

“Langkah pertama kita harus mengamankan kondisi kejiwaan Agung dan ayah terlebih dahulu. Mengenai bantuan materi tentu saja dilaksanakan setelah Agung dan ayahnya kita evakuasi ke tempat yang aman,” kata Branch Manager Dompet Dhuafa, Musfi Yendra.

Agung sendiri adalah siswa berprestasi yang telah dikenal baik oleh tim Dompet Dhuafa Singgalang. Meski memiliki keterbatasan ekonomi, Agung menunjukkan prestasi yang luar biasa di sekolah. Ia menjadi lulusan UN terbaik se-kota Padang saat SMP, finalis lomba-lomba

Meski sehari-hari bekerja sebagai pemulung, ayahnya tak surut memperjuangkan pendidikan bermutu bagi Agung.

“Biarpun orang mengejek dan menghina profesi saya, saya bertekad Agung harus memiliki pendidikan tinggi,” Sahut Aidin optimis.

Agung tak menyia-nyiakan kerja keras ayahnya. Ia menghadiahkan ayahnya kelulusan di salah satu sekolah favorit, Sekolah Menengah Teknologi Industri Padang.

Kini Agung telah dua tahun belajar di sana. Prestasinya membuat pihak sekolah memberikan kepercayaan kepada Agung untuk turut serta dalam studi banding dan prakerin ke luar negeri dalam waktu dekat. Namun, Agung menyayangkan musibah yang membuat beberapa surat dan dokumen penting habis terbakar.

“Ijazah dan beberapa sertifikat habis dilalap api,” Agung berkata lirih.

Kesedihan Agung segera mendapat jawaban. Guru SMP dan beberapa tokoh masyarakat yang ikut membesuk keadaan mereka di kantor Dompet Dhuafa menepis kekhawatiran Agung. Menjanjikan akan mengurus kembali nanti.

Untuk atribut sekolah, Agung boleh sedikit lega. Ditemani Musfi dan lainnya malam itu semua berpartisipasi membeli beberapa kelengkapan sekolah Agung.

Kini, Agung dan ayahnya menginap di Rumah Binaan Dompet Dhuafa sampai waktu yang belum ditentukan.

“Kami sedang mengusahakan tempat tinggal yang layak untuk Agung dan Ayahnya. Untuk sekarang, Rumah Binaan Dompet Dhuafa merupakan tempat paling aman yang bisa mereka tempati,” tutup Musfi. (nisa/winda)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*