Arief Sulistyanto Memberikan Hadiah ‘bendera tengkorak’ Karena Kinerja Tidak Optimal Alias Buruk

ilustrasi bendera tengkorak

ilustrasi bendera tengkorak

Advertisements

PADANGTODAY.COM – Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Brigjen (Pol) Arief Sulistyanto memberikan hadiah ‘bendera tengkorak’ kepada empat kapolres dan satu Direktorat Reserse Narkotika setempat karena kinerja tidak optimal alias buruk.

“Keempat Polres tersebut yakni Polres Ketapang, Mempawah, Sekadau, dan Polresta Singkawang. Mereka kami berikan hadiah berupa bendera hitam berlambang tengkorak karena dinilai tidak berhasil menekan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas),” kata Arief Sulistyanto kepada Antara di Pontianak, Senin (9/3).

Dia menjelaskan, Polres Ketapang karena ada pelanggaran oleh Kapolsek Pawan, kemudian Polres Sekadau, dan Polresta Singkawang karena gangguan Kamtibmasnya naik, serta Polres Mempawah karena penyelesaian perkara turun.

Sedangkan Direktorat Reserse Narkotika juga mendapatkan bendera tengkorak hitam karena tidak pernah mengungkap kasus-kasus yang besar selama tahun 2015 ini.

“Padahal tingkat Polda, kalau hanya gram-graman (barang bukti yang diamankan) bukan prestasi yang besar,” ungkap Arief.

Arief menambahkan bendera tengkorak itu, bentuk lecutan bagi kinerja satuan kerja di wilayah Polda Kalbar.

“Kami mengharapkan agar terjadi penurunan gangguan Kamtibmas, minimal 15 persen. Terutama kejahatan-kejahatan konvensional, yang seharusnya bisa ditekan sejak dini,” katanya.

Penyerahan bendera tengkorak hitam tersebut, diberikan pada saat analisa dan evaluasi di jajaran Polda Kalbar. Kegiatan yang dikenal dengan istilah Anev tersebut, merupakan fungsi penilaian kinerja satuan kerja Polda Kalbar.

(cob/**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*