Arti Sebuah Penghargan Bagi 2 OPD di Padang Pariaman

Baru baru ini Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) dan Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar menerima penghargaan dari Gubernur Sumatera Barat.

Padang-today.com__Bicara soal penghargaan, baik itu penghargaan dari sesuatu yang kita hasilkan maupun penghargaan atas kesetiaan kita dengan rasa cinta yang tinggi pada suatu hal. Seberapa pentingkah sebuah penghargaan tersebut ? Jika kita pikir-pikir, sebuah penghargaan nampaknya hanya ingin agar kita dilihat orang saja, padahal kita harus menyadari betapa pentingnya arti sebuah kata penghargaan.

Baru baru ini Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) dan Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar menerima penghargaan dari Gubernur Sumatera Barat.

Penghargaan, dalam bentuk apapun dapat membangkitkan semangat seorang yang diberi penghargaan tersebut. Seorang pegawai akan semakin bersemangat bekerja, dia merasa diperhatikan dan dibutuhkan oleh instansi tempat dia bekerja, dan timbul suatu motivasi yaitu suatu variabel perantara yang digunakan untuk menerangkan faktor-faktor dalam diri individu, yang dapat membangkitkan, mempertahankan dan menyalurkan tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu.

2 OPD di Padang Pariaman, DPMPTP ditetapkan sebagai peringkat 1 Kompetisi Pelayanan Prima dan Inivasi Pelayanan Publik Tingkat Sumbar dan disdukcapil sebagai peringkat 1 Penilaian Pelaksanaan Administrasi Kependudukan tingkat Sumbar. Sekalipun penghargaan itu hanya berupa selembar kertas yang ditandatangani pejabat yang berwenang akan tetapi ini adalah suatu penghargaan yang diberikan dalam bentuk kinerja yang diraih oleh dua OPD tersebut.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Gubernur Nasrul Abit sebelum upacara penurunan bendera di Lapangan Kantor Gubernur Sumbar, Padang, Jumat (17/8). “Selamat kepada Kabupaten Padang Pariaman yang menerima dua sekaligus penghargaan tingkat Sumbar. Jadikan ini motivasi dalam bekerja dan nerbuat lebuh baik untuk masyarakat,” kata Wagub Nasrul Abit.

Penghargaan tersebut, kata Nasrul Abit berdasarkan Keputusan Gubernur Sumbar Nomor 065-651-2018 tentang Penetapan Pemenang  Kompetisi Pelayanan Prima dan Lomba Inovasi Pelayanan Publik. Kepada pemenang, DPMPTP menerima Piala dan sertipikat serta uang tunai 10 juta rupiah sedangan Disdukcapil menerima piagam dan satu uni kendaraan roda dua.

Sementara Bupati Ali Mukhni mengatakan adanya apresiasi pemerintah Propinsi Sumbar menjadikan daerah kabupaten dan kota akan berloma-lomba dalam memberikan pelayanan publik. “Alhamdulillah, inovasi DPMPTP dan Disdukcapil dapat penghargaan dari Bapak Gubernur. Artinya, pemerintah komitmen dalam pelayanan publik yang cepat bersih dan konsisten,” kata Ali Mukhni. Katanya, dua OPD kita ukir prestasi yang membanggakan daerah. Keduanya menjadi pelayanan publik terbaik di Sumbar.

Kadis PMPTP Hendra Aswara mengatakan Bapak Bupati selalu memotivasi agar selalu berinovasi dalam layanan publik. Layanan harus cepat, mudah dan tanpa pungutan. “Bapak Bupati sering menyampaikan jadikan masyarakat itu raja, kita yang jadi pelayannya. Insya Allah, Allah SWT akan memberikan Ridhoi ya,” kata Hendra meniru ucapan Ali Mukhni.

Selain itu, lanjutnya, ia juga mendukung program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan yang tertuang dalam inovasi layanan Antar Jemput Perizinan (AJEP). Masyarakat cukup menunggu di rumah, maka petugas perizinan akan datang memproses berkas dan kemudian diantar kembali jika sudah selesai. “Jika harus datang ke kantor, masyarakat habiskan biaya dan makan sekitar 50-100 ribu. Jika kami yang datang ke rumahny, uang itu bisa digunakan tuk biaya sekolah dan rumah tangga,” ujarnya.

Bagi hendra, penghargaan tingkat propinsi adalah yang ketiga kalinya. Sebelumnya Hendra meraih Peringkat pertama penghargaan keterbukaan informasi publik tahun 2015 dan 2016. “Kami bersyukur kepada Allah SWT dan ucapakan terima kasih atas kerja tim jajaran DPMPTP serta Pelaku Usaha dan masyarakat,” ujarnya.

Kadis Dukcapil M. Fadhly mengatakan pelayanan administrasi kependudukan merupakan urusan yang banyak dilakukan oleh masyarakat. Sedikitnya 300-350 orang yang datang untuk mengurus atau memperbaiki dokumen kependudukan. “Sesuai arahan Bapak Bupati, Disdukcapil berupaya tingkatkan layanan baik dalam kantor maupun luar kantor,” kata dia.

Layanan luar kantor, kata Fadhly, dinamakan Pedang Saber atau Petugas Datang Segala Administrasi Beres. Petugas Disdukcapil merekam e-KTP hingga pelosok nagari dan daerah perbatasan. Kemudian melakukan perekaman ke sekolah-sekolah yang ditujukan kepada siswa yang berumur 17 tahun. “Inovasi-inovasi ini sangat diapresiasi masyarakat. Kita melayani hingga ke pintu rumah,” tandasnya menghakiri. (suger)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas