ASNAWI: MUSPROV KADIN SUMBAR ADALAH KADIN ASLI

Padang,PADANG-TODAY.COM- Musyawarah Provinsi (Musprov) Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Sumbar, digelar di hotel Pangeran Beach Padang merupakan versi KADIN asli atau Kadin kubu Rosan Roeslani.

“Musprov kali ini adalah Kadin yang asli, Kadin Sumbar dimana saya pernah jadi ketuanya selama dua periode,” kata Mantan Ketua KADIN Sumbar, Asnawi Bahar di Padang.

Ia menjelaskan, Kadin yang pernah dipimpinnya itu asli, ini menurut pada UU No.1 Tahun 1987 tentang pembentukan Kadin.

“Jadi, para peserta yang hadir pada Musprov hari ini, dirinya untuk tidak terpengaruh dengan isu-isu terhadap kondisi Kadin hari ini. sebaliknya kita pekerjaan bagaimana membangun ekonomi Sumbar lebih baik oleh Kadin dan anggotanya. Itu harapan saya,” ujarnya.

Seperti diketahui sebelumnya, saat ini Kadin Indonesia terbelah menjadi dua kubu antara kubu Eddy Ganefo dan kubu Rosan Roeslani. Adapun Eddy Ganefo terpilih hasil Munas VIII Oktober 2015 sebagai Ketua Umum Kadin menggantikan Rizal Ramli yang mengundurkan diri karena AD/ART menegaskan ketua tak bisa merangkap sebagai pejabat publik. Sedangkan Rosan Roeslani terpilih menjadi Ketum Kadin hasil Munas VII di Bandung, November 2015.

Dari pantauan Musprov KADIN Sumbar, sejumlah peserta Musprov masih melakukan lobi-lobi untuk melakukan pemilihan calon Ketua KADIN Sumbar periode 2016-2021. Dalam Musprov KADIN Sumbar ada dua kandidat ikut bertarung yakni, Ramal Saleh merupakan pengusaha gambir, juga Ketua DPW PKDP Sumbar, serta S Budi Syukur pengusaha organda serta pengusaha pupuk.

Peserta Musprov nantinya berasal dari Kadin kabupaten/kota sebanyak 12 kepengurusan. Tiap-tiap Kadin Kabupaten/kota memiliki 5 suara hak pilih dan ditambah dengan suara peserta anggota luar biasa yang berasal dari organisasi dunia usaha. Tiap-tiap anggota luar biasa hanya bisa menyalurkan 1 suara. Untuk hak suara pada pemilihan ketua di Musprov juga diberikan oleh asosiasi sebagai anggota luar biasa Kadin Sumbar dengan jumlah 48 orang.

Tempat terpisah, Ramal Saleh mengaku ikut mencalonkan diri karena melihat kondisi DPD Kadin Sumbar beberapa tahun belakangan kalah greget dengan Kadin provinsi lain.

“Sebenarnya cukup banyak peran yang bisa dimainkan Kadin Sumbar dalam menggerakkan perekonomian Sumbar,”katanya.

Menurutnya, Kadin merupakan wadah para pengusaha besar, menengah dan kecil. Selama ini ada asumsi Kadin hanya bagi para pengusaha tertentu saja. Dampaknya, para pelaku usaha golongan menengah ke bawah merasa minder bergabung dengan organiasi ini.

Menurut saya, gap atau jurang itu mesti dihilangkan. Inilah salah satu motivasi saya ingin maju sebagai calon Ketua Kadin Sumbar. Saya ingin menjadikannya Kadin kebersamaan bagi pengusaha besar, menengah dan kecil,” tegas Direktur CV Rasdi & Co ini.

Calon Ketua Kadin Sumbar lain, Budi Syukur mengatakan keinginannya maju untuk mengembalikan dan memosisikan Kadin sesuai UU Nomor 1 Tahun 1987.

Kadin sebagai mitra pemerintah, menjembatani kepentingan dunia usaha dengan pemerintah, perpanjang tangan dunia usaha dengan pemerintah untuk pertumbuhan perekonomian Sumbar.

“Sudah saatnya Kadin diberdayakan lagi di Sumbar,” jelas Budi Syukur.

Ia merasa dengan pengalamannya yang telah memahami seluk beluk dan permasalahan Kadin dan dunia usaha di Sumbar sudah saatnya dia maju menjadi Ketua Kadin Sumbar.

Hingga saat ini Musprov KADIN Sumbar masih berlangsu untuk melakukan pemilihan Ketua KADIN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas