Asnawi: PE Sumbar Stagnan 5 Persen

Padang-today.com – Ketua Asosiasi Travel Agen (Asita) Sumbar, Asnawi Bahar memaparkan bahwa sejak 2014 pertumbuhan ekonomi (PE) Provinsi Sumbar seakan stag diangka rata rata 5 persen.

Sumbar sebenarnya punya potensi besar, selain kecerdasan intelektual yang sudah terkenal kemana-mana bisa untuk menumbuhkan ekonomi.

“Soal SDM, Sumbar tak usah diragukan lagi. Tapi, kenapa pertumbuhan ekonomi kita stag diangka 5,16 persen sejak lima tahun terakhir. Ini yang jadi pemikiran kita bersama,”kata Asnawi Bahar ketika diskusi di Padang.

Menurut Asnawi, ada 3 kekuatan besar Sumbar yang bila dikelola dengan baik akan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi menjadi 7 persen.

“Tiga kekuatan Sumbar iti adalah Pariwisata, Perikanan dan pertanian. Dengan kekuatan ini, upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Sumbar menjadi 7 persen akan bisa terwujud,”pungkas dia.

Tapi ini tidak mungkin terjadi bila tidak melibatkan semua stakeholder. Apakah dari kalangan pengusaha, praktisi, akademisi, Ormas termasuk kalangan generasi muda dan tokoh masyarakat.

“Ini sebenarnya yang perlu dipikirkan dan dilakukan oleh pemimpin Sumbar ke depan agar perekonomian Sumbar bisa maju,” kata Asnawi Bahar akrab di panggil Ucok.

Khusus dunia pariwisata, lanjut Ucok. Sumbar masih terbatas soal aksesibilitas. Akses masuk Sumbar masih tergantung dengan Jakarta. Hanya ada satu penerbangan luar negeri ke Sumbar.

Kunjungan wisatawan masih diangka 2 ribu orang per bulan.
“Soal.pariwisata adalah soal akses. Soal keindahan objek wisata, Indonesia ini alamnay sangat indah. Tapi bagaimana pemda mempersiapkan akses wisatawan, tentunya juga diiringi dengan pelayanan. Seperti Bali, majunya pariwisata Bali karena akses penerbangannya dari banyak negara di Dunia ini,”jelas Asnawi.

Di sisi perekonomian, kenapa pertumbuhan Ekonomi baru di angka 5,16 pesen. Ya, karena Investasi tidak masuk. Bagaimana perekonomian Sumbar bisa maju dan berkembang untuk kesejahteraan masyarakat?
Banyak cara sebenarnya untuk dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi, salah satunya dengan mendatangkan investasi.

“Bagaimana caranya, banyak. Dan tentunya butuh kreativitas kepala daerah dan timnya. Maka pertumbuhan ekonomi 7 persen yang diharapkan, tidak hanya mimpi. Sebenarnya nggak sulit. Kuncinya, gubernur harus mau mendengar dan duduk bersama dengan berbagai stakeholder,” ungkap Asnawi yang juga mantan Ketua Kadinda Sumbar.

Asnawi menyebutkan, untuk menjual Sumbar sebenarnya tidak Sulit, jika berbagai potensi bisa dimanfaatkan dengan baik. Petakan potensi, bikin website lalu sebarkan kemana-mana.

“Gubernur kedepan kerjanya nggak berat, sepanjang punya kreativitas. Tidak perlu cerdas, tapi pandai menangkap peluang,” kata Asnawi Bahar.

Selain itu, lanjut Asnawi, Sumbar memiliki banyak UMKM yang perlu disupport dan ditata dengan baik. Karena, kekuatan ekonomi itu terletak pada UMKM. Perlu penataan produk dan kemasan, perlu difalisitasi pasarnya dan perlu tata kelola yang baik.

“Tentunya ini peran pemerintah daerah. Jika ini dilakukan, mimpi pertumbuhan ekonomi Sumbar 7 persen, tak sulit mencapainya,” kata Asnawi.

Diskusi terbatas ini dihadiri Wakil Ketua DPP PAN Epyardi Asda, Prof. Syahrial Bakhtiar (Warek IV UNP), Prof. Ardipal (Warek III UNP), Asrinaldi (Akademisi Fisip Unand), Indra Dt Rajo Lelo (Wakil Ketua DPRD Sumbar), mahasiswa dan sejumlah pemred media cetak, elektronik dan online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Lewat ke baris perkakas